Ketua DPRD Sumbar Supardi : Silek perlu dilestarikan di Ranah Minang

0
525
PadangTIME.com – Musyawarah Tuo Silek digelar di Medan nan Bapaneh, Balai Kaliki, Koto Nan Godang, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (4/52022) malam. Sedikitnya, 60 tuo silek dari berbagai daerah di Ranah Minang hadir dalam pertemuan tersebut.
Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, salah kunci utama pelestarian dan pengembangan silek tradisi adalah surau dan sasaran. “Surau dan sasaran merupakan hal yang tak bisa dipisahkan. Surau sebagai tempat mengaji, dan sasaran sebagai tempat mengaplikasikan kaji tersebut, harus kembali dikuatkan,” kata Supardi dalam kegiatan yang juga dihadiri Niniak Mamak Balai Kaliki dan alim ulama itu.
Politisi Gerindra yang juga Ketua IPSI Sumbar itu berharap agar tuo silek mampu merumuskan program untuk kembali menjadikan silek sebagai identitas budaya orang Minang.
“Silek tradisi harus kembali menjadi identitas budaya kita, bukan beladiri saja tapi juga kebutuhan rohani,” katanya.

Dengan dukungan tuo-tuo silek yang telah turun gunung, IPSI Sumbar akan menjadikan silek tradisi sebagai prioritas. Menurutnya, silek tradisi yang saat ini makin terpinggirkan oleh ilmu-ilmu beladiri lain, mesti menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Dia pun berharap agar Musyawarah Tuo Silek bisa menjadi agenda tahunan.

Pada pembukaan tersebut  ditampilkan pertunjukan silek oleh sasaran Minsai Al-Fitrah dari Payakumbuh serta pertunjukan Silek Sehat “Bauruik Minyak Angek” oleh sasaran Gobah nan Indah dari Cupak, Solok.
Musyawarah Tuo Silek sendiri merupakan iven yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Sumbar melalui UPTD Taman Budaya yang diinisiasi oleh Supardi selaku Ketua DPRD Sumbar.
Musyawarah tersebut bertujuan untuk merumuskan strategi serta pola-pola pengembangan yang tepat agar silek bisa bertahan dalam ekosistem budaya yang dinamis, relevan dengan dunia kaum muda, serta memberikan kontribusi pada kehidupan bersama dalam berbagai bentuk.
Dalam Musyawarah Tuo Silek juga akan dirembukkan cara agar pengetahuan mengenai silek dapat dikemas dalam berbagai bentuk, seperti koreografi, film, seni pertunjukan, serta publikasi ilmiah lintas disiplin. Lewat medium-medium tersebut, silek akan dipromosikan ke khalayak luas.
Musyawarah Tuo Silek merupakan bagian dari serangkaian upaya membangkitkan kembali silek tradisi yang diinisiasi oleh Ketua DPRD Sumbar lewat UPTD Taman Budaya Sumbar bersama peneliti dan praktisi silek tradisi. Upaya tersebut berangkat dari keprihatinan atas merosotnya silek tradisi Minangkabau.
Setelah Musyawarah Tuo Silek, juga akan dilangsungkan Galanggang Silek Tradisi di Agama Jua Caffe, Payakumbuh. Iven ini akan diisi oleh beberapa sasaran Silek Tradisi dengan aliran masing-masing, serta berbagai seni pertunjukan yang berhubungan dengan Silek
Setelahnya akan digelar Pasar Seni Payakumbuh pada 11-13 Juni 2022, di Kompleks Ngalau Indah, Payakumbuh. Dalam iven ini akan dipamerkan berbagai produk kuliner tradisional dari berbagai daerah Sumatera Barat yang pada dasarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari bagaimana silek dipraktekkan dalam wilayah ketahanan pangan.(TN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini