DPRD Sumbar Bakal Undang Setara Institute bahas Survey 3 Kota di Sumbar Dikategorikan Intoleran

0
176

PadangTIME.com – Berdasarkan Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2021 oleh lembaga survei Setara Institute, 3 kota di Sumatera Barat (Sumbar) termasuk dalam 10 kota paling intoleran di Indonesia.

Tiga kota di Sumbar yang dinilai intoleran tersebut antara lain Kota Pariaman dengan skor akhir 4,233, Kota Padang Panjang dengan skor akhir 4,440, dan Kota Padang dengan skor akhir 4,460. Semakin rendah skornya, maka suatu kota dinilai semakin intoleran.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Sumbar Supardi menyatakan akan mengundang Setara Institute untuk berdiskusi dan menjelaskan bagaimana tiga kota di Sumbar tersebut dinilai intoleran.

“Kita akan undang lembaga survei tersebut ke DPRD. Meminta mereka memaparkan apa indikator mereka mengatakan Kota Padang tidak menerima kerukunan beragama atau intoleran,” jelas politisi partai Gerindra tersebut pada Rabu (6/4/2022) malam.

Menurut Supardi , sejauh ini nyaris tidak ada penggusuran tempat ibadah di Sumbar.Selain itu, tidak ada perselisihan antar umat beragama, sehingga ia mempertanyakan alasan Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kota Padang Panjang dinilai intoleran.

Supardi menjelaskan , dampak  hasil menyatakan sebagian perantau Sumbar merasa malu karena daerahnya disebut intoleran. Banyak perantau yang menelepon DPRD menyatakan malu untuk pulang kampung karena daerah kita dianggap intoleran dan tidak bisa menerima perbedaan agama. Maka perlu dipertanyakan keabsahan survei tersebut,” .

Namun berdasarkan polemik tersebut, ia menyebut masyarakat dapat mengambil hikmah filosofi Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah dalam adat Minang.

Berpegang teguh kepada iman Islam serta tradisi ke masjid, seharusnya mengingatkan pada agama yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam, dapat diterima siapapun dan bagaimanapun.

“Tak perlu berkecil hati, marah, dan emosi pada lembaga survei tersebut. Hanya kita instropeksi diri, orang sayang dengan kita,” sebut Supardi.

Sebagai orang minang  harus  mawas diri dan menjaga jati diri kita sebagai orang Minang dan tetap akrab membaur dengan umat agama manapun,” pungkas Supardi.(PT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini