padangtime.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menunjukkan keseriusannya dalam membangkitkan sektor pariwisata melalui digitalisasi retribusi di destinasi unggulan Pantai Carocok. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan kawasan wisata agar lebih tertib, transparan, dan nyaman bagi pengunjung.
Upaya pembenahan tidak hanya pada sistem retribusi, tetapi juga penataan kawasan. Penertiban pedagang kaki lima, pembenahan parkir, serta peningkatan fasilitas penunjang dilakukan secara bertahap.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menegaskan digitalisasi retribusi merupakan langkah maju dalam meningkatkan tata kelola destinasi wisata yang modern dan akuntabel. Sistem ini diharapkan meminimalisir kebocoran pendapatan daerah serta memudahkan wisatawan dalam pembayaran tiket.
“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan profesional,” ujarnya.
Data menunjukkan lonjakan signifikan selama libur lebaran. Dari 21 hingga 29 Maret 2026, tiket dewasa tercatat 47.787 lembar senilai Rp477.870.000, sedangkan tiket anak-anak 3.199 lembar senilai Rp15.995.000. Total retribusi mencapai Rp493.865.000, ditambah parkir Rp19.960.000, sehingga PAD mencapai Rp513.825.000.
Digitalisasi ini merupakan kerja sama dengan Bank Nagari, didukung Dinas Kominfo melalui layanan CCTV untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan.
Pemerintah juga membuka ruang evaluasi terhadap pungutan liar, tarif parkir, dan harga makanan. Selain itu, kawasan Mandeh turut ramai dikunjungi wisatawan. Pemerintah optimistis Pesisir Selatan semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di Sumbar. (*)














