ads
Padangtime.com | Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2021 meminta sisa dana talangan yang dikonversi menjadi Obligasi Wajib Konversi (OWK) atau Mandatory Convertible Bond (MCB) sebesar Rp 7,5 triliun PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dikembalikan ke kas negara.
“Sisa dana Investasi Pemerintah dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (IPPEN) Tahun 2020 dan 2021 kepada PT Garuda Indonesia sebesar Rp 7,5 triliun tidak dapat disalurkan,” kata Ketua BPK, Isma Yatun saat rapat paripurna yang disiarkan secara online, Selasa (14/6/2022).
Selain dana talangan untuk Garuda Indonesia, Isma menyampaikan BPK juga mengungkapkan temuan dana talangan untuk PT Krakatau Steel Tbk (Persero) atau KRAS juga tidak boleh dicairkan senilai Rp 800 miliar.
“Dan ke PT Krakatau Steel, Rp 800 miliar berpotensi tidak tersalurkan,” tambahnya.
Isma menambahkan, BPK merekomendasikan kepada pemerintah agar sisa dana Garuda Indonesia sebesar Rp 7,5 triliun dikembalikan ke kas negara.
“BPK merekomendasikan Pemerintah antara lain mengembalikan sisa dana Investasi Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (IPPEN) kepada PT Garuda Indonesia sebesar Rp 7,50 triliun ke Rekening Kas Umum Negara,” katanya.
(pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini