Berpacu Dalam Memulihkan Ekonomi Di Sumbar Melalui Sektor Wisata

0
274
Padang TIME – Percepatan Visit Beautiful Sumatera tahun 2023 menjadi salah satu bahasan pokok dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang diselenggarakan di Tuapeijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (8/3/2022).
Peningkatan kunjungan wisata itu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah pada sektor wisata.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta para kepala daerah menyiapkan destinasi wisata yang bagus, bersih aman, serta didukung fasilitas yang memadai, salah satunya infrastruktur komunikasi.
“Akan sulit menjual rasanya destinasi wisata apabila tanpa didukung dengan penyediaan fasilitas dan  telekomunikasi,” ujar Mahyeldi.
Rakor tersebut, kata Mahyeldi, merupakan kolaborasi untuk membangun Sumbar dan pihaknya menyampaikan terimakasih kepada Pemda Mentawai yang telah bersedia menjadi tuan rumah. “Sehingga dengan momen penting ini kita dapat merumuskan strategi integrasi untuk membangkitkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata, dimana sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19,” katanya.
“Tentunya  kita berharap dengan hadirnya Pak Dirjen IKP Kemenkominfo bisa menjawab solusi  agar kemajuan pariwisata Sumbar akan menggeliat dan maju terutama di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang saat ini masih menghadapi keterbatasan komunikasi,” ujar Mahyeldi.
Visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat ini meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada sektor pariwisata, meningkatnya kontribusi ekonomi kreatif dalam perekonomian Sumbar. “Aktualisasi visi dan misi tersebut Pemprov  Sumbar menetapkan dua arah kebijakan membangun industri pariwisata melalui satu destinasi wisata bekelas internasional dan 19 desnitasi wisata unggulan,” ujar Mahyeldi.
Kemudian mengembangkan daya tarik wisata tematik berbasis alam, budaya, dan agrowisata, ekowisata, desa wisata, kemudian memfasilitasi pengusulan KEK, dan mendorong tangan kreatif dan sertifikasi usaha pariwisata.
“Sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat pada sektor wisata mesti diselamatkan, Pemprov Sumbar juga harus mendorong kreatifitas produktifitas aparat dan pelaku wisata dengan memanfaatkan teknologi informasi sabagai salah satu alternatif,” kata Mahyeldi.
Pemprov Sumbar bertekad menjadikan tahun 2022 sebagai fase normalisasi, berharap daya tarik wisata kembali dikunjungi dengan mematuhi protokol kesehatan sebagai adaptasi kebiasaan baru.
Pada periode 2021-2023, Pemprov Sumbar menekankan sektor wisata menjadikan sektor unggulan hal ini didasarkan potensi alam, budaya, dan kuliner yang dimiliki Sumbar.
Gubernur menegaskan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan pemerintah harus merancang strategi promosi yang handal dengan melaksanakan iven rutin di masing-masing  kabupaten/kota untuk meningkatkan fasilitas di desnitasi wisata dengan memenfaatkan teknologi informasi.
“Sehingga tahun 2023,  yang kita canangkan betul-betul menjadi tahun optimalisasi kunjungan wisata di Sumbar, kita dituntut untuk bisa berbasis IT, dalam pelayanan, bertransaksi sudah tak lagi dengan manual tetapi sudah dengan transaksi non tunai,” ujar Mahyeldi.
Sementara Audy Joinaldy, Wakil Gubernur Sumatera Barat menambahkan bahwa Mentawai memiliki daya tarik wisata yang kaya, surfing yang sudah mendunia, budaya yang unik dengan sikereinya. “Tentu ke depan bagaimana kita berusaha membuat pariwisata Mentawai semakin maju, dan makin dikenal, menjadikan 3T makna positif menjadi terkenal, terindah,” ujar Audy Joinaldy.
Wakil Gubernur Sumatera Barat berkomitmen akan terus mempromosikan wisata Mentawai di tingkat nasional, dimana pada Maret ini akan ada sesi interview di salah satu stasiun televisi nasional untuk mempromosikan potensi Mentawai.
“Pada 17 Maret ini kita akan ekspos  Mentawai di CNN dan semoga Mentawai ke depan semakin maju makin dikenal,” ujar Audy.
Rakor dihadiri Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong sebagai pemateri. Dia menyampaikan pemerintah pusat melalui Kemenkominfo mendukung penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di Sumbar untuk memasarkan produk pariwisata ke dunia internasional yang lebih luas.
“Pariwisata tentu saja membutuhkan konektivitas untuk memasarkan produk pariwisatanya, pemerintah pusat sudah mencanangkan program transformasi digital. Untuk mempercepat trasnportmasi digital, Kemkominfo sudah menyusun  roadmap  transportasi digital 2024,” kata Usman Kansong.
Transformasi digital kata dia diwujudkan melalui serat fiber optic yang dipasang melalui kabel bawah laut kemudian menggunakan teknologi BTS (Base Transceiver Station) dimana fiber optic jedanya sedikit dibandingkan dengan BTS yang jeda lebih lama.
Per Desember 2021 data BTS (Bakti) yang sudah on air yang tersebar di kabupaten/kota di Sumatera Barat sebanyak 394. Mentawai mendapat 121 BTS Bakti paling banyak dari daerah lain di Sumbar karena daerah kepulauan.
“Memang banyak karena Mentawai daerah kepulauan, beda dengan tempat lain di Sumbar di daratan,” ujar Usman.
Kemudian BTS Bakti  2021 yang belum hidup di Mentawai ada sebanyak 21. Saat ini BTS di Kepulauan Mentawai yang sudah hidup sudah ada 139, dan rencana BTS pada 2022  itu ada 184. Selain menyiapkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi kita Kemenkominfo juga mempersiapkan Sumber Daya Manusianya (SDM).
“SDM yang tidak menyebar berita hoax, ujaran kebencian, pencemaran nama baik. SDM digital, kita punya program literasi digital, kemudian juga punya program yang dilaksanakan Litbang Kominfo yakni digital talent scolarship dan digital leadership academy, kabupaten/kota dapat mengikuti literasi digital talent scolarship dan digital leadership academy bekerja sama dengan universitas luar negeri,” ujar Usman. (pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini