Bawaslu Mentawai melantik 337 orang untuk di PTPS

656

PadangTIME.com –  Mentawai- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mentawai mencatat sebanyak 337 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang tersebar di 10 kecamatan kabupaten kepulauan Mentawai.

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Mentawai Perius Sabaggalet kepada Wartawan. Senin, (25/03) di Bundo Ghouse. Jl Raya Tuapejat Km-06, Desa Sipora Jaya, Sipora Utara.

“Tanggal 25 Maret 2019 PTPS se Indonesia dilantik secara serentak. Untuk total jumlah PTPS se kabupaten Mentawai berjumlah 337 orang,” ungkapnya saat menghadiri Pelantikan Pengawas TPS Sipora Utara.

Sementara itu PTPS kecamatan Sipora Utara berjumlah 36 Orang yang tersebar di 6 Desa yakni, 16 PTPS di Desa Tuapejat, 3 PTPS Desa Sido Makmur, 7 PTPS Desa Sipora Jaya, 2 PTPS Desa Bukit Pamewa, 4 PTPS Goisooinan, dan 2 PTPS Desa Betumonga.

“Jumlah PTPS yang tersebar di kecamatan Sipora Utara ialah 36 orang yang terbagi dari 6 Desa,” ungkap Ketua Panwascam Sipora utara Arwizul.

Setelah Pelantikan, PTPS di beri Bimbingan Teknis (Bimtek) oleh Jajaran Panwascam Sipora Utara. Salah satunya Simulasi.

Divisi Pengawasan Dan Hubungan Antar Lembaga Wiwin Kurniawati mengatakan, Setelah Pelantikan Panwascam dan jajaran melakukan Bimtek Simulasi Pemungutan Suara.

Tujuan Simulasi tersebut, ia katakan memberikan pelatihan atau pembelajaran kepada PTPS ketika bertugas nanti di TPS di Setiap Desa. Adapun beberapa hal yang diberikan saat Simulasi yaitu Proses dan kasus yang bakal terjadi di TPS.

“Ketika PTPS bertugas mereka tau situasi dan Kondisi yang terjadi di TPS dan langkah yang diambil PTPS dalam penyelesaian serta hal yang diambil dalam menanggapi permasalahan tersebut,” ungkap Wiwin.

Kemudian yang perlu diperhatikan tentang Spesifikasi Dalam pengawasan TPS yaitu Daftar pemilih kusus (DPK) dimana Hak Suara mereka dengan memberikan KTP, selain itu tidak diperbolehkan.

Selanjutnya perlunya Pengawasan bagi Pemilih yang memaksakan hak Suaranya, sedangkan Pemilih itu tidak terdaftar di DPT dan DPK. Kemudian Pemilih tidak dibolehkan membawa Kamera diruang lingkup TPS. “Yang diperbolehkan utk memasuki ruang lingkup TPS hanya PTPS, Saksi dan KPPS,” tambahnya.

PTPS dikatakan harus Jeli pada Saksi berkaitan dengan Mandad atau Surat Tugas. Ia berharap dalam menjalani tugas PTPS berintegritas, Soliditas, Mentalitas, Loyalitas dan mempunyai Sportifitas karena PTPS adalah ujung Tombak dalam Pengawasan di TPS.

” Bila nanti PTPS mendapatkan temuan di lapangan mereka telah dibekali dengan FormA, semua Proses yang ditemukan berupa pelanggaran. Maka, Form A adalah Pedoman PTPS untuk menangkal Pelanggaran tersebut, setelah itu PTPS menyerahkan laporan itu kepada PPD dan PPD menyerahkan ke Panwascam untuk diproses lebih lanjut,” terang Wiwin Kurniawati. (ng)

Balang

LEAVE A REPLY