Asia Sustainable Aviation Fuel Association Resmi Terbentuk guna Mentransformasi Kebijakan, Pasar, dan Investasi Bahan Bakar Pesawat yang Berkelanjutan di Asia

0
162
Fabrice Espinosa, CEO, Asia Sustainable Aviation Fuel Association (ASAFA), memberikan kata sambutan dalam peluncuran ASAFA yang dihadiri sekitar 200 orang. Foto: Edwin Koo, ASAFA
SINGAPURA, 7 November 2024 – Asia Sustainable Aviation Fuel Association (ASAFA) resmi diluncurkan hari ini di Singapura dengan tujuan untuk mempercepat penggunaan Bahan Bakar Pesawat yang Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) di kawasan Asia. ASAFA didukung oleh sejumlah anggota pelopor industri, termasuk Korean Air, 1PointFive, DHL Group, Bureau Veritas, Marquis Energy Global, EU-ASEAN Business Council, SkyNRG, PT Green Energi Utama, serta Quantum Commodity Intelligence.
Organisasi ini juga berkomitmen untuk menyelaraskan kebijakan, memperkuat kerangka pasar, dan meningkatkan kesadaran publik tentang SAF di berbagai wilayah utama, termasuk Asia Tenggara, Korea Selatan, Jepang, India, dan Tiongkok. Mitra pionir ASAFA mencakup Sustainable Aviation Futures, Korea – Europe & You, serta General Index.
“Asia merupakan fokus utama kami. Oleh karena itu, kami ingin meningkatkan kebijakan untuk mengatasi inefisiensi pasar, menarik investasi, dan menjadikan SAF sebagai opsi dekarbonisasi yang layak untuk industri aviasi. Kami juga bertekad untuk menjadikan Asia sebagai pemimpin global dalam SAF dan mengarah pada sektor penerbangan nol karbon,” ujar Fabrice Espinosa, CEO ASAFA.
Misi utama ASAFA adalah membangun ekosistem kolaboratif yang dapat mengatasi tantangan utama dalam rantai pasok SAF. Dengan menggabungkan penyedia bahan baku, pemegang lisensi teknologi, pengumpul bahan bakar, produsen bahan bakar nabati, maskapai penerbangan, investor, dan pembuat kebijakan, ASAFA akan mendorong pengembangan SAF di Asia. Sebagai bagian dari upaya ini, ASAFA akan mengadakan webinar bulanan, lokakarya tatap muka, dialog tertutup, kunjungan lapangan, serta menerbitkan laporan resmi (white paper).
Selain itu, ASAFA menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan ASTAR. Kemitraan ini bertujuan untuk menghubungkan anggota ASAFA dengan lembaga-lembaga riset ASTAR guna melakukan uji coba dan implementasi teknologi canggih SAF. Kemitraan ini juga mencakup sesi business networking, pemetaan operasional dan teknologi, serta promosi A*STAR Collaborative Commerce Marketplace untuk mendukung pertumbuhan perusahaan lokal sekaligus memperkuat ekosistem inovasi aviasi di Singapura.
Di luar reformasi kebijakan, misi ASAFA juga meliputi pengembangan kerangka pasar yang mendukung pertumbuhan SAF. Melalui kelompok kerja yang melibatkan pemangku kepentingan dari industri dan pemerintah, ASAFA akan mengidentifikasi kesenjangan pasar, menyelaraskan kepentingan, serta menjalankan inisiatif untuk meningkatkan aksesibilitas dan kelayakan ekonomi SAF di Asia.
Selain itu, ASAFA juga berencana meningkatkan pemahaman publik tentang dampak SAF melalui program-program edukasi dan penyuluhan, serta membangun dukungan luas mengenai isu SAF di kalangan masyarakat.
Peresmian ASAFA yang dihadiri oleh lebih dari 160 pemimpin industri dan pembuat kebijakan ini mencerminkan peran penting ASAFA sebagai katalisator solusi penerbangan berkelanjutan di Asia. Acara ini juga menandai awal perjalanan ASAFA dalam mewujudkan SAF sebagai tulang punggung industri penerbangan di Asia, serta menciptakan masa depan industri aviasi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di kawasan tersebut.
Sumber: Asia Sustainable Aviation Fuel Association
Baca Juga  Industri Spirulina Tiongkok Memperluas Jangkauan Global, Mempromosikan Manfaat Kesehatan dan Nutrisi
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini