Padang TIME.com- Surabaya – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menegaskan kiprahnya di kancah akademik internasional melalui partisipasi aktif Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) pada The 2nd International Conference on Innovation in Elementary Education (ICIEEd) 2025, yang diselenggarakan oleh Himpunan Dosen PGSD Indonesia (HDPGSDI) pada 10–12 Oktober 2025 di Hotel Ciputra World, Surabaya.

Konferensi bergengsi bertema “Deep Learning and AI in Elementary School Education: A New Era of Meaningful and Character-Based Learning” ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dasar dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Forum ini menjadi ajang kolaborasi global untuk membahas inovasi pembelajaran dasar yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Salah satu kontribusi riset unggulan datang dari FIP Universitas Negeri Padang (UNP), yang diwakili oleh Dr. Melva Zainil, M.Pd., dosen Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) PSDKU FIP UNP, melalui riset berjudul “Effectiveness of a STEM-Based Digital Assessment Model for Developing 21st-Century Skills in Elementary School Students.”
Penelitian ini menunjukkan bahwa model penilaian digital berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) efektif dalam mengembangkan Keterampilan Abad ke-21 (4C: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication) pada siswa sekolah dasar. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan tertinggi pada aspek Kolaborasi (N-Gain 0.65) dan Komunikasi (N-Gain 0.63), menegaskan dampak nyata inovasi UNP dalam menyiapkan peserta didik global.
Temuan riset ini memiliki nilai strategis karena berkontribusi langsung terhadap dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs):

- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education): menghadirkan solusi autentik untuk meningkatkan mutu pendidikan yang inklusif, merata, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals): memperkuat kolaborasi akademik lintas universitas dalam mendukung transformasi pendidikan nasional dan global.
Selain berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, riset ini juga menjadi pendorong penting bagi UNP dalam akselerasi menuju World Class University (WCU).
Dekan FIP UNP, Prof. Dr. Afdal, M.Pd, Kons, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut. “Riset ini menjadi bukti kualitas akademik FIP dan komitmen kami untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan abad ke-21 serta mendukung implementasi kurikulum sesuai standar PP No. 53 Tahun 2023,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UNP, Dr. rer.nat. Deski Beri, S.Si, M.Si, menekankan pentingnya publikasi riset bereputasi global dalam perjalanan UNP menuju WCU. “Inovasi yang dihasilkan Dr. Melva Zainil sejalan dengan arah strategis UNP sebagai universitas berkelas dunia dan berkontribusi pada pencapaian SDGs 4 dan 17,” tegasnya.
Kolaborasi Akademik dan Budaya Nusantara
Dalam sesi Gala Dinner dan Penandatanganan Kerjasama (MoA/MoU), seluruh perwakilan universitas, termasuk dari UNP, menampilkan kekayaan budaya Nusantara dengan mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Nuansa ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman dan kemitraan strategis pendidikan nasional.
Foto 1. Gala Dinner dan Penandatanganan Kerjasama (MoA/MoU) seluruh perwakilan, termasuk dari UNP, hadir mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing
Melalui kegiatan ini, FIP UNP berhasil memperluas jaringan kerjasama dengan perguruan tinggi ternama seperti PGSD Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), PGSD Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Negeri Bengkulu (UNB). Kemitraan ini menjadi langkah konkret UNP dalam memperkuat SDGs 17 dan mendukung implementasi kurikulum berbasis kompetensi menuju pendidikan dasar yang inovatif dan berkarakter.
Selain menjadi wadah pertukaran hasil riset, ICIEEd 2025 juga menghadirkan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, sebagai Keynote Speaker. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pembelajaran bermakna dan penguatan karakter siswa di tengah kemajuan teknologi dan AI.
Konferensi ini juga mencakup dua agenda penting:
- National Workshop on Scientific Journal Management, untuk memperkuat kapasitas pengelolaan jurnal ilmiah nasional.
- Coaching Clinic on Publishing Scientific Articles in Reputable International Journals, yang memberikan pendampingan kepada dosen dan peneliti agar mampu menembus jurnal internasional bereputasi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, HDPGSDI menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu publikasi ilmiah dan memperluas jejaring akademik. Forum ini menjadi wadah inspiratif untuk bersama-sama membangun masa depan pendidikan dasar yang berkualitas (SDGs 4), berkarakter, dan berlandaskan kemitraan global (SDGs 17).
Inovasi FIP UNP Dorong Akselerasi WCU: Model Penilaian Digital Berbasis STEM Dukung SDGs 4 dan 17 untuk Kualitas Pendidikan dan Kemitraan Global
Surabaya – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menegaskan kiprahnya di kancah akademik internasional melalui partisipasi aktif Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) pada The 2nd International Conference on Innovation in Elementary Education (ICIEEd) 2025, yang diselenggarakan oleh Himpunan Dosen PGSD Indonesia (HDPGSDI) pada 10–12 Oktober 2025 di Hotel Ciputra World, Surabaya.
Konferensi bergengsi bertema “Deep Learning and AI in Elementary School Education: A New Era of Meaningful and Character-Based Learning” ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dasar dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Forum ini menjadi ajang kolaborasi global untuk membahas inovasi pembelajaran dasar yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Salah satu kontribusi riset unggulan datang dari FIP Universitas Negeri Padang (UNP), yang diwakili oleh Dr. Melva Zainil, M.Pd., dosen Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) PSDKU FIP UNP, melalui riset berjudul “Effectiveness of a STEM-Based Digital Assessment Model for Developing 21st-Century Skills in Elementary School Students.”
Penelitian ini menunjukkan bahwa model penilaian digital berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) efektif dalam mengembangkan Keterampilan Abad ke-21 (4C: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication) pada siswa sekolah dasar. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan tertinggi pada aspek Kolaborasi (N-Gain 0.65) dan Komunikasi (N-Gain 0.63), menegaskan dampak nyata inovasi UNP dalam menyiapkan peserta didik global.
Temuan riset ini memiliki nilai strategis karena berkontribusi langsung terhadap dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs):
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education): menghadirkan solusi autentik untuk meningkatkan mutu pendidikan yang inklusif, merata, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals): memperkuat kolaborasi akademik lintas universitas dalam mendukung transformasi pendidikan nasional dan global.
Selain berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, riset ini juga menjadi pendorong penting bagi UNP dalam akselerasi menuju World Class University (WCU).
Dekan FIP UNP, Prof. Dr. Afdal, M.Pd, Kons, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut. “Riset ini menjadi bukti kualitas akademik FIP dan komitmen kami untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan abad ke-21 serta mendukung implementasi kurikulum sesuai standar PP No. 53 Tahun 2023,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UNP, Dr. rer.nat. Deski Beri, S.Si, M.Si, menekankan pentingnya publikasi riset bereputasi global dalam perjalanan UNP menuju WCU. “Inovasi yang dihasilkan Dr. Melva Zainil sejalan dengan arah strategis UNP sebagai universitas berkelas dunia dan berkontribusi pada pencapaian SDGs 4 dan 17,” tegasnya.
Kolaborasi Akademik dan Budaya Nusantara
Dalam sesi Gala Dinner dan Penandatanganan Kerjasama (MoA/MoU), seluruh perwakilan universitas, termasuk dari UNP, menampilkan kekayaan budaya Nusantara dengan mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Nuansa ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman dan kemitraan strategis pendidikan nasional.
Foto 1. Gala Dinner dan Penandatanganan Kerjasama (MoA/MoU) seluruh perwakilan, termasuk dari UNP, hadir mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing
Melalui kegiatan ini, FIP UNP berhasil memperluas jaringan kerjasama dengan perguruan tinggi ternama seperti PGSD Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), PGSD Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Negeri Bengkulu (UNB). Kemitraan ini menjadi langkah konkret UNP dalam memperkuat SDGs 17 dan mendukung implementasi kurikulum berbasis kompetensi menuju pendidikan dasar yang inovatif dan berkarakter.
Selain menjadi wadah pertukaran hasil riset, ICIEEd 2025 juga menghadirkan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, sebagai Keynote Speaker. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pembelajaran bermakna dan penguatan karakter siswa di tengah kemajuan teknologi dan AI.
Konferensi ini juga mencakup dua agenda penting:
- National Workshop on Scientific Journal Management, untuk memperkuat kapasitas pengelolaan jurnal ilmiah nasional.
- Coaching Clinic on Publishing Scientific Articles in Reputable International Journals, yang memberikan pendampingan kepada dosen dan peneliti agar mampu menembus jurnal internasional bereputasi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, HDPGSDI menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu publikasi ilmiah dan memperluas jejaring akademik. Forum ini menjadi wadah inspiratif untuk bersama-sama membangun masa depan pendidikan dasar yang berkualitas (SDGs 4), berkarakter, dan berlandaskan kemitraan global (SDGs 17).
|
Foto 2. PKS/IA antara PGSD PSDKU dengan PGSD UNY
|
Foto 2. PKS/IA antara PGSD PSDKU dengan PGSD UNY

















