padangtime.com – Pada awal tahun 2026, Pemerintah Kota Pariaman menggelar kegiatan sosialisasi implementasi dan pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta kepala desa dan lurah se-Kota Pariaman. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Balai Kota Pariaman, Selasa (13/1/2026).
Sosialisasi ini bertujuan menyelaraskan pemahaman seluruh pemangku kepentingan terhadap transformasi sistem pendataan DTSEN yang kini menjadi rujukan tunggal nasional sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan serta program pembangunan di Kota Pariaman.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan bahwa DTSEN merupakan sistem data terpadu yang mengintegrasikan data sosial ekonomi untuk menghasilkan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial agar adil dan akurat.
Ia menekankan bahwa DTSEN hadir untuk meminimalkan kesalahan inklusi dan eksklusi dalam penetapan penerima manfaat. Berbeda dengan sistem sebelumnya, DTSEN mencakup profil sosial ekonomi yang lebih luas melalui sistem desil, yaitu pengelompokan masyarakat ke dalam Desil 1 hingga 10 berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 sampai 4 menjadi prioritas utama penerima bantuan.
Mulyadi menegaskan bahwa DTSEN merupakan instrumen utama dalam memastikan program bantuan sosial tepat sasaran, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang pemanfaatan DTSEN sebagai dasar kebijakan pembangunan.
Ia juga berharap data yang diinput benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan. Dengan penerapan DTSEN pada 2026, diharapkan seluruh intervensi sosial dapat tersalurkan tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah guna mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Pariaman. (j)