Bupati Hendrajoni Luncurkan Pom Migor, Ekonomis, Inovatif dan Berpeluang jadi Usaha BUMNag

    0
    1674
    Padang TIME.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.
    Salah satu inovasinya adalah peluncuran Pompa Minyak Goreng (Pom Migor), yang dilakukan Bupati Pessel, Hendrajoni, Kamis (22/8/2025) di Kecamatan Lengayang.
    Pom Migor merupakan program distribusi minyak goreng curah menggunakan mesin dispenser digital, digagas oleh PT Pesisir Maju Sejahtera (PMS), sebuah perusahaan nasional yang dipimpin oleh putra daerah asal Nagari Kambang, Efendi.
    Peluncuran tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Pessel, Ardiul (Fraksi PAN), Asisten II Sekdakab Pessel, Mimi Riyanti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Firdaus, dan beberapa pejabat eselon II dan III lainnya.
    Turut juga hadir Ketua LKAAM Kecamatan Lengayang,  Yusmajoyo, SPd, MPd, Datuak Rajo Idin, Camat Lengayang, Alpriyendri, para wali nagari, dan tokoh masyarakat lainnya.
    Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menyampaikan apresiasi terhadap langkah swasta dalam mendukung program Nagari Kanyang, sebagai salah satu program unggulan daerah yang fokus pada ketersediaan pangan masyarakat.
    Menurutnya, Pom Migor sangat strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan minyak goreng di tingkat nagari.
    Berdasarkan hal itu, sehingga dia merekomendasikan agar unit usaha tersebut bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) ke depan.
    “Pemerintah daerah berkomitmen menjaga ketersediaan bahan pokok seperti beras dan minyak goreng. Pom Migor ini langkah inovatif dan kami siap memberikan dukungan agar berkembang di seluruh nagari,” ujarnya.
    Direktur PT PMS, Efendi, menjelaskan program ini tak hanya bertujuan menyediakan minyak goreng murah, tapi juga membuka peluang usaha kemitraan bagi masyarakat lokal.
    Ada dua paket kemitraan yang ditawarkan. Paket pertama senilai Rp 35 juta mencakup mesin dispenser digital, tandon 1000 liter, stok awal, izin edar, pemasangan, pelatihan, promosi, dan suplai rutin. Paket kedua senilai Rp 27,5 juta memiliki fasilitas serupa dengan kapasitas 500 liter.
    “Dengan menjual minyak goreng curah langsung dari mesin, mitra bisa memperoleh margin hingga Rp2 juta per ton. Ini usaha yang menguntungkan dan mudah dijalankan,” ujar Efendi.
    Pom Migor hadir dengan tiga keunggulan utama. Diantaranya higienis, karena menggunakan dispenser digital. Ekonomis, karena tanpa kemasan, dan ramah lingkungan, karena mengurangi plastik sekali pakai.
    Minyak goreng disuplai langsung dari vendor resmi sehingga kualitas dan kontinuitas pasokan tetap terjaga. Harga jual juga dapat ditekan karena sistem distribusi lebih efisien.
    Untuk bergabung sebagai mitra, masyarakat cukup melengkapi persyaratan administratif seperti fotokopi KTP, formulir pendaftaran, kontrak kerja sama, serta pembayaran uang muka 50 persen. Pelunasan dilakukan saat pengiriman.
    Kantor pusat PT PMS beralamat di Ruko Toko Populer Lantai 2, Jalan Raya Pasar Miskin, Kambang Kecamatan Lengayang.
    Dengan hadirnya Pom Migor, Pemkab Pessel berharap kebutuhan minyak goreng masyarakat dapat dipenuhi secara mudah, murah, dan transparan. Usaha tersebut juga berdampak positif dalam mendorong ekonomi berbasis nagari. (pt)
    Baca Juga  Pom Migor Diluncurkan di Pessel: Inovasi Murah, Higienis, dan Ramah Lingkungan untuk Stabilitas Minyak Goreng
    * 
    https://www.semenpadang.co.id/id

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini