Yota Balad Buka Lomba Petatah Petitih Antar Bundo Kanduang se-Kota Pariaman

0
162

Wali Kota Pariaman Yota Balad hadiri kegiatan Festival Literasi Budaya 2026 sekaligus secara resmi membuka “ Lomba Petatah Petitih Antar Bundo Kanduang se-Kota Pariaman” yang diselenggarakan oleh Forum Forum Pegiat Literasi Kota Pariaman(FPLKP), bertempat di Aula Balaikota Pariaman, Sabtu (03/10/2026).

Acara yang diikuti oleh 7 (tujuh) Tim dari 4 (empat) Kecamatan se-Kota Pariaman  ini, sekaligus untuk mendukung dan mewujudkan Misi ke Lima Pemerintah Kota Pariaman Balad-Mulyadi yaitu Membangun Ketahanan Budaya Dan Pariwisata Yang Berlandaskan ABS-SBK.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bunda Literasi Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, Ketua Umum FPLKP Kota Pariaman, Rizki Mirdani, Ketua Bundo Kanduang Kota Pariaman, Mawarniati Fatma, Camat, dan Peserta Lomba.

Dalam kegiatan tersebut Yota Balad menyampaikan bahwa, Kebudayaan Minangkabau adalah warisan yang sangat luhur. Salah satu keunikan yang dimiliki dari warisan tersebut  adalah seni berbicara melalui petatah-petitih, karena di dalam adat Minangkabau, kata-kata bukan hanya sekadar alat komunikasi saja, melainkan cerminan akal, budi pekerti, dan kearifan lokal.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari siapa yang paling fasih berbicara adat. Lebih dari itu, ini adalah wadah pelestarian, regenerasi, dan pembentukan karakter bagi generasi muda kita. Kita ingin melahirkan generasi muda yang modern secara pemikiran, namun tetap memegang teguh prinsip “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” terang Yota Balad.

“Kami Pemerintah Kota sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan lomba ini, karena arus modernisasi dan teknologi informasi saat ini bisa berpotensi mengikis kecintaan generasi muda terhadap budayanya sendiri. Untuk itu kami ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Bundo Kanduang dan Forum Pegiat Literasi Kota Pariaman, atas inisiasi nya membuat dan melestarikan budaya kita ini,” ujar Yota Balad.

Baca Juga  Kota Pariaman Gelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Sumbar

Sebagai Bunda Literasi Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad juga mengatakan bahwa Literasi adalah kemampuan memahami, berpikir kritis, menilai informasi dengan bijak, mengenali lingkungan, memahami budaya, dan menggunakan pengetahuan untuk menghasilkan tindakan yang bermanfaat.

Menurutnya, Literasi bukan hanya sekedar program, tetapi harus tumbuh menjadi kebiasaan, kebutuhan, dan akhirnya menjadi budaya masyarakat, dan filosofi Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, juga tidak boleh berhenti sebagai kalimat yang dihafalkan, akan tetapi nilainya harus dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan seperti “Lomba Petatah Petitih Antar Bundo Kanduang” yang diadakan hari ini.

“Dengan adanya lomba ini akan bisa membangkitkan kembali adat dan budaya serta tradisi yang harus dijaga kelestariannya oleh generasi penerus bangsa ditengah derasnya informasi dan teknologi saat ini. Mereka harus mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab karena teknologi juga dapat menjadi jembatan untuk menjaga alam dan melestariakan budaya,” tuturNya.

Ny. Yosneli Balad berharap, anak-anak Kota Pariaman kelak bukan hanya bisa menjadi konsumen budaya, tetapi juga bisa menjadi pencipta karya yang membawa identitas Minangkabau dan Kota Pariaman ke dunia yang lebih luas. (tachi desi)

* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini