Malaka, Malaysia – Langkah konkret kerja sama antarperguruan tinggi kawasan ASEAN kembali terwujud. Kali ini, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) dan Fakultas Pertanian dan Teknologi Universitas Teknologi MARA (UiTM) Malaka menandatangani perjanjian kerja sama resmi (PKS) pada Senin, 13 Mei 2024.
Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Indang Dewata, M.Si, selaku Wakil Direktur Pascasarjana UNP, didampingi Ketua Prodi S2 dan S3 Ilmu Lingkungan, Prof. Dr. Nurhasansyah, M.Pd, bersama Assoc. Prof Syamsinar, Dekan Fakultas Pertanian dan Teknologi UiTM. Ini menjadi langkah lanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah diteken oleh kedua rektor.
Fokus utama kerja sama diarahkan pada pengelolaan limbah pertanian, terutama limbah kelapa sawit, yang hingga kini masih menjadi persoalan lingkungan yang cukup kompleks di Indonesia dan Malaysia. Selain itu, disepakati juga penyelenggaraan seminar internasional bersama, sebagai ajang pertukaran gagasan ilmiah dan pengalaman akademik.
Suasana kolaboratif terlihat dalam kegiatan seminar paralel yang menghadirkan presentasi mahasiswa S3 UNP. Salah satu yang menyita perhatian adalah presentasi dari Doni, yang memaparkan temuan awalnya terkait pengolahan limbah sawit di Sumbar. Respons antusias datang dari para dosen dan peneliti UiTM yang hadir.
“Ini bukan hanya soal riset, tetapi juga tentang membangun jejaring antarbangsa demi menyelesaikan persoalan bersama,” ujar Prof. Indang di sela kegiatan.
Dalam rombongan UNP turut hadir para dosen pembimbing, yakni Prof. Eri Barlian, Dr. Iswandi U., Ir. Heldi, Ph.D, dan Dr. Eni Kamal, M.Si.
Melalui perjanjian ini, diharapkan UNP dan UiTM semakin solid dalam membentuk poros akademik ASEAN dalam riset lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. (pt)

















