Tingkat Pembangunan Manusia di Pesisir Selatan Meningkat, Bupati : Ini Karena Penerapan Program Kesehatan Gratis Sejak tahun 2021

0
1077

Padang TIME .com – Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan arus utama pembangunan yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.

Alhamdulillah. Prestasi ini tentunya tidak lepas dari dukungan semua pihak, khususnya masyarakat, kata Bupati di Painan, 6 Desember.

Kinerja Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat kembali meningkat pada tahun 2023, dari 71,72 pada tahun 2022 menjadi saat ini 72,24, bahkan diatas target yang telah ditetapkan.

BPS mencatat peningkatan IPM Pesisir Selatan seiring naiknya indeks seluruh komponen pembentuk seperti angka harapan hidup dari 70,91 selama 2022, menjadi 71,06 saat ini.
Bupati menjelaskan, peningkatan tersebut seiring dengan penerapan program kesehatan gratis sejak tahun 2021. Prioritasnya adalah ibu hamil dari keluarga berpenghasilan rendah, sesuai dengan komitmen yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026. Peningkatan indeks juga terjadi pada ekspektasi jangka panjang sekolah yang kini tercatat sebesar 13,36 dari 13,35 atau meningkat satu basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan juga terjadi pada rata-rata lama sekolah.

Selama 2022 rata-rata lama sekolah di daerah berjuluk ‘Negeri Sejuta Pesona’ itu tercatat 8,43, naik menjadi 8,58, seiring kebijakan pendidikan gratis sesuai jenjang yang menjadi kewenangan kabupaten.
Komponen pengeluaran masyarakat pun juga menunjukkan trend positif sepanjang 2023 dari sebelumnya hanya Rp6.567.000 per orang, kini tumbuh menjadi Rp6.891.000 per orang dalam satu tahun.

“Sementara besaran target IPM yang telah disepakati bersama DPRD dalam dokumen RPJMD 2021-2026 itu hanya 71,68 di akhir tahun RPJMD,” ujar bupati.

Bupati menyampaikan pembangunan yang bertumpu pada perbaikan kualitas sumber daya manusia merupakan kebutuhan yang mendesak bagi Pesisir Selatan saat ini, di tengah kian pesatnya kemajuan daerah lain.

Dengan begitu pemerintah kabupaten wajib menyiapkan generasi penerus sebagai pelanjut pembangunan. Jangan sampai putera-puteri daerah menjadi penonton di kampungnya sendiri.
Mereka mesti berdaulat dengan potensi besar yang dimiliki daerah. Sadar atau tidak mayoritas kekayaan bumi Pesisir Selatan kini justeru dinikmati orang dari luar, karena lemahnya daya saing pribumi.

“Nah, kita mesti segera berbenah, karena membangun sumber daya manusia itu butuh waktu cukup lama,” terang bupati.

Karena itu menurut bupati pemerintah kabupaten terus meningkatkan pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan, perekonomian maupun pendidikan.
Upaya itu demi mewujudkan masyarakat Pesisir Selatan yang lebih sejahtera, cerdas dan berakhlak, sehingga memiliki daya saing yang kuat, mengingat tantangan pembangunan yang semakin berat.

Program pendidikan gratis bakal terus berlanjut dan untuk bidang kesehatan pemerintah kabupaten mengoptimalkan pemberian jaminan layanan gratis pada masyarakat.

Pada tahun ini, total penduduk Pesisir Selatan yang memiliki cakupan layanan kesehatan mencapai 85 persen dan targetnya pada tahun 2024 sebesar 98 persen, bahkan mencapai 100 persen.“Di bidang perekonomian, Pemkab tetap berkomitmen untuk mengoptimalkan sejumlah potensi primer yang ada, salah satunya melalui hilirisasi,” jelas Bupati. (pt)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini