Strategi Pemanfaatan Limbah Organik Oleh Mahasiswa KKN UNAND Demi Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Durian Tinggi Kec. Lubuk Sikaping Kab. PASAMAN

0
831

Penulis: Indah permata sari

padangtime.com – Dalam rangka melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mahasiswa Universitas Andalas Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, menggelar program kerja Pemanfaatan Limbah Organik Pupuk Organik Cair (POC). Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertanian yang berkelanjutan dan membantu mengatasi pengelolaan limbah organik di masyarakat Durian Tinggi.
Program ini mendapat dukungan penuh Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman dan Polres Pasaman serta menunjukkan kerja sama antara mahasiswa, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam mendorong inovasi di sektor pertanian Nagari Durian Tinggi. Pada tanggal 14 Juli 2025, Mahasiswa KKN melakukan Hearing bersama kepala dinas pertanian bapak HERI PRASETYO WIBOWO,Sp untuk kelanjutan kebersamaan mengatasi limbah organik Nagari Durian Tinggi.
Pada Nagari Durian Tinggi tersebut terdapat 9 kelompok tani dan berencana ingin mengunjungi kelompok-kelompok tani tersebut pada Minggu ini dalam bentuk edukasi pemanfaatan limbah organik, pada pemanfaatan ini memerlukan alat pengolah sampah yang akan dijadikan pupuk organik yang bisa disediakan oleh Kabid dinas lingkungan hidup di taman kota, yang nantinya tinggal didiskusikan dengan Kabid lingkungan hidup (LDH) namun apabila alat pengolahan sampah organik tersebut belum mendapat izin peminjaman dari pihak kabid dinas lingkungan hidup maka cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode manual.

Baca Juga
Mahasiswa Unand Gagas Inovasi KKN Terpadu di Kabupaten Pasaman, Gandeng Pemerintah dan Kepolisian

Kepala dinas pertanian bapak HERI PRASETYO WIBOWO,Sp. berharap output terakhir program ini berupa pemanfaatan limbah pembuangan akhir jenis sampahnya yang berasal dari sayuran dan buah-buahan. Beliau juga berharap program kerja ini dapat di aplikasikan kepada kelompok tani dan dipresentasikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan masukan. Dengan adanya program kerja ini diharapkan mahasiswa dapat memberikan rekomendasi kepada masyarakat seperti bagaimana cara pengolahan sampah, pemanfaatannya hingga pupuk organik cair  tersebut dapat juga diperjualbelikan. Sehingga dengan cara ini nantinya juga dapat menambah pendapatan daerah.
Selanjutnya tanggal 15 Juli 2025, Mahasiswa KKN melakukan Bimbingan Teknis (BIMTEK) di kantor Dinas Pertanian Lubuk Sikaping Kabupten Pasaman. Kata sambutan dari kepala bidang penyuluhan yaitu bapak SAHLAN SIREGAR, SPi., serta materi penyuluhan yang disamapaikan oleh bapak AGUNG NURGOHO K. terkait pembuatan pupuk organik cair. Bapak AGUNG NURGOHO K mengiginkan sampah yang awalnya menjadi sumber masalah di Nagari Durian Tinggi dapat menjadi manfaat bagi mansyarakat berupa pupuk cair.
Pupuk organik cair ini mengandung unsur hara yang memiliki kelebihan lebih cepat yang diserap tanaman karena pengaplikasikannya disemprot melewati bagian bawah daun. Dan jika dibandingkan pupuk organik cair dan non organik serta kompos sehingga dapat menjadi pembanding antara 3 pilihan bagi sektor pertanian serta menjadi pilihan bagi para petani untuk memilih kualitas pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami dan berdampak secara positif untuk memperbaiki kandungan tanah dari segi fisika dan biokimia.
Pemanfaatan sampah-sampah organik yang dikumpulkan dipasar nantinya akan dapat membantu dalam mengurangi sampah-sampah yang berserekan pada pasar Nagari Durian Tinggi yang bersifat ganda yaitu disamping bisa memberikan pupuk ke tanaman juga bisa sebagai agen pengendalian hayati sebagai pemusnah hama.
Proses pembuatan pupuk ini secara teknologi cepat guna yang mudah diterapkan kepada masyarakat, bahan-bahannya seperti limbah-limbah sayur dan buah-buahan yang belum terlalu busuk bagi limbah pasar tadi akan dicacah-cacah agar lebih halus sehingga proses penguraian menjadi lebih cepat. Bahan-bahan ini diolah di drum besar untuk skala yang banyak, kemudian dibutuhkan jerigen sebagai penampung air dari limbah yang telah disaring. Proses pembuatan ini membutuhkan waktu 3-4 minggu menghasilkan pupuk siap pakai.
Oleh sebab itu mahasiswa KKN harus cepat dan memulai dengan segera. Edukasi ini ditutup dengan harapan Bapak Agung atas keberhasilan program dan rencana mahasiswa KKN untuk merealisasikannya secepat mungkin. (*)
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini