Strategi Mahasiswi KKN Universitas Andalas dalam Edukasi Ramah Anak untuk Pencegahan Kekerasan Seksual di SDN 13 Salak

0
398
padangtime.com – Isu kekerasan seksual terhadap anak kerap menjadi topik yang sensitif sekaligus sulit disampaikan, terutama di lingkungan sekolah dasar. Upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak memerlukan pendekatan yang tepat.
Kesadaran akan pentingnya edukasi sejak dini inilah yang mendorong mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas melaksanakan program edukasi kekerasan seksual di SDN 13 Salak dengan metode yang inovatif dan ramah anak.
Program ini merupakan bagian dari program kerja jurusan Hukum yang dilaksanakan secara kolaboratif lintas jurusan. Kegiatan tersebut digagas dan dijalankan oleh Silvia Yunita Rachmawati (Hukum) selaku ketua kelompok, bersama anggota Nafisah Yasrul (Manajemen), Hafisna Sari Ahmad (Sastra Jepang), Putri Aisyah John (Teknik Elektro), Nadhiefa Ariella Ilham (Kimia), dan Muthia Putri (Farmasi). Kolaborasi ini menunjukkan bahwa isu perlindungan anak tidak hanya menjadi ranah ilmu hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan perspektif multidisipliner.
“Sebagai mahasiswi KKN Universitas Andalas, saya menyadari bahwa tidak semua bentuk pengabdian masyarakat harus selalu hadir dalam format yang besar dan kompleks. Terkadang, perubahan justru dimulai dari hal sederhana: keberanian untuk membicarakan isu yang selama ini dianggap tabu, terutama ketika menyangkut anak-anak.” ungkap Silvia Yunita Rachmawati.
Silvia Yunita Rachmawati
Pop up dirancang secara visual dan interaktif berwarna cerah dengan menampilkan ilustrasi anak-anak, lingkungan sekolah, rumah, serta simbol-simbol sederhana terkait interaksi sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak menjadi daya tarik utama media ini. Alih-alih menggunakan metode ceramah yang kaku, mahasiswi KKN Unand memilih menyampaikan pesan-pesan penting seperti mengenali bagian tubuh yang harus dilindungi, berani berkata “tidak”, serta pentingnya melapor kepada orang dewasa terpercaya seperti orangtua dan guru dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Inovasi ini menunjukkan bahwa edukasi kekerasan seksual tidak harus disampaikan dengan cara yang menakutkan atau tabu. Justru dengan media visual yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak dapat belajar mengenali batasan diri sejak dini tanpa merasa terintimidasi. Pendekatan ini juga membantu menciptakan ruang aman bagi siswa untuk bertanya dan berdiskusi sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman mereka.
Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu menyampaikan materi sensitif tanpa menimbulkan rasa takut atau kebingungan pada siswa. Media pop up berwarna cerah dan narasi sederhana membantu anak memahami konsep perlindungan diri dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka. Selain itu, metode ini juga membuka ruang komunikasi dua arah, sehingga siswa dapat bertanya dan berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui pop up edukasi “Stop Kekerasan Seksual”, mahasiswi KKN Unand berhasil menjembatani kebutuhan akan edukasi perlindungan anak dengan metode pembelajaran yang kontekstual. Tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, mahasiswi KKN Universitas Andalas turut berkontribusi dalam membangun kesadaran akan hak anak atas rasa aman dan perlindungan diri. Kolaborasi lintas jurusan dalam kegiatan ini juga memperkuat pesan bahwa pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama.
Harapannya, langkah kecil ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah dan program KKN lainnya untuk terus berinovasi dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat. (pt)
Baca Juga  UNP–DMU Inggris Jajaki Double Title dan Riset Internasional
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini