padangtime.com – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Andalas yang tengah bertugas di Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Pengolahan Sampah pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Program kerja ini dirancang untuk mendukung dua isu penting di nagari, yaitu kemandirian pengobatan keluarga melalui taman TOGA dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok Ibu PKK, yang memiliki peran strategis dalam mengelola taman TOGA sekaligus menjadi motor penggerak kegiatan lingkungan di masyarakat.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Lokakarya Tanaman TOGA yang telah dilaksanakan pada Senin, 4 Agustus 2025, kelompok Ibu PKK mendapatkan wawasan dasar mengenai jenis-jenis tanaman TOGA dan manfaatnya bagi kesehatan. Sosialisasi lanjutan pada 8 Agustus difokuskan pada praktik langsung mulai dari penanaman, pengolahan tanaman herbal, hingga pengolahan sampah.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Phil. Nat. Nurmiati hadir langsung sebagai narasumber. Kehadiran beliau memberikan nilai tambah yang besar karena materi yang disampaikan bukan hanya teori, tetapi juga berdasarkan pengalaman riset dan pengabdian yang telah beliau lakukan di berbagai daerah.
Acara dimulai pada pagi hari dengan suasana gotong royong. Mahasiswa KKN bersama kelompok Ibu PKK dan warga membersihkan area taman TOGA yang akan dijadikan pusat taman TOGA dan taman PKK. Tidak hanya membersihkan gulma dan merapikan lahan, warga juga ikut menata bedengan agar tanaman nantinya tumbuh teratur dan mudah dirawat.
Setelah itu, dilakukan penanaman bibit tanaman TOGA seperti jahe, kunyit, serai, temulawak, dan tanaman herbal lainnya. Bibit ini sebagian besar merupakan sumbangan dari Prof. Dr. Phil. Nat. Nurmiati serta dukungan sumbangan dari kelompok Ibu PKK. Penanaman ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menciptakan taman TOGA yang nantinya dapat menjadi sumber obat alami bagi warga.
Selesai penanaman, peserta diarahkan ke sesi sosialisasi. Dalam sesi ini, Prof. Dr. Phil. Nat. Nurmiati menjelaskan cara mengolah tanaman TOGA menjadi produk herbal yang aman dan mudah diaplikasikan di rumah, termasuk pembuatan teh herbal.
Salah satu sesi praktek adalah pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Prof. Dr. Phil. Nat. Nurmiati memperkenalkan teknik terra preta, metode pengomposan yang berasal dari Brasil. Teknik ini memanfaatkan tumpukan gulma berdaun lebar, remahan daun kering, pupuk kandang, dan jamur Trichoderma untuk mempercepat penguraian bahan organik.
Dalam praktiknya, kelompok Ibu PKK diajak langsung menumpuk bahan-bahan tersebut di area yang telah disediakan, kemudian menginokulasikannya dengan biang jamur Trichoderma yang juga dibuat pada hari itu. Menurut penjelasan Prof. Dr. Phil. Nat. Nurmiati, teknik ini tidak hanya menghasilkan kompos yang subur, tetapi juga dapat memperbaiki struktur tanah dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat, khususnya kelompok Ibu PKK, dapat mengelola taman TOGA secara berkelanjutan dan mengolah sampah organik menjadi pupuk tanpa bergantung pada pupuk kimia. Hal ini sejalan dengan program pemerintah nagari untuk mengurangi timbunan sampah dan menyiapkan taman TOGA yang akan dilombakan se Kabupaten Solok.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi kelompok Ibu PKK, kegiatan diakhiri dengan pembagian doorprize berupa bibit tanaman jeruk purut dan kasturi yang dibawa langsung oleh Prof. Dr. Phil. Nat. Nurmiati. Bibit ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Kelompok Ibu PKK untuk terus menanam dan memelihara tanaman herbal di Taman TOGA yang telah dibuat.
Bagi kami sebagai mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Kami tidak hanya mentransfer ilmu kepada masyarakat, tetapi juga belajar dari kearifan lokal warga dalam mengelola lingkungan. Semoga program ini menjadi langkah awal bagi Nagari Koto Gadang Koto Anau menuju nagari yang sehat, mandiri, dan ramah lingkungan.