Sekretaris Daerah Buka Lokakarya Kegiatan Penyusunan Rencana Kontingensi Gempa Bumi dan Tsunami

0
767
Padang TIME | Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska, S.IP., membuka secara simbolis kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Kontingensi (Rekon) Gempa Bumi dan Tsunami di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (01/06) di Hotel Saga Murni 
Dalam sambutannya, Sekda menyatakan pelaksanaan Rekon yang melibatkan banyak pihak dari OPD lingkup pemerintah daerah tersebut dapat berjalan maksimal.
“Kami berharap, penyusunan rencana kontingensi gempa bumi dan tsunami di Pesisir Selatan ini betul-betul operasional dan kontekstual, dan itu menjadi pedoman bagi semua pihak,” katanya.
Dengan demikian, banyak tugas Sekda dalam menghadapi bencana itu bukan hanya tugas sekelompok institusi. Hal ini perlu dibangun yang utamanya dimulai dari perencanaan.
“Dokumen yang lahir nanti adalah acuan dan pedoman bagi kita, sehingga ke depan saat bencana terjadi, di antara kita tidak ada yang saling menyalahkan, saling menunggu, tidak ada,” ujarnya.
Karena itu, semua pihak yang terlibat dapat bergerak saat bencana terjadi, karena semata-mata demi panggilan kemanusiaan.
“Ini tidak selesai disini saja. Tentu harus sampai ke masyarakat luas, bagaimana dalam menghadapi bencana ada perencanaannya. Perencanaannya dipahami secara utuh, supaya tidak gagap,” jelasnya.
Sekda Mawardi mengatakan pemerintah daerah tidak menginginkan bencana itu terjadi. Tapi, untuk menghadapi bencana yang entah kapan terjadi, maka pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membuat perencanaan penanganannya.
“Bencana kok direncanakan? Apa yang direncanakan itu apanya? Ya, itu. Kontingengsinya. Nah, Ini terdokumentasi, tersusun di dalam dokumen perencanaan itu. Tersosialisasi dan terinternalisasi dari seluruh kelompok kepentingan yang ada, sehingga ketika terjadi bencana tidak ada saling menyalahkan. Semuanya bergerak, “ungkap Mawardi.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pesisir Selatan, Doni Gusrizal mengucapkan terimakasih kepada pihak BNPB karena telah memilih Pesisir Selatan masuk dalam program IDRIP.
Secara serius, pemerintah daerah melalui perangkat daerah akan memaksimalkan upaya penyusunan draf nol rencana kontingensi gempa bumi dan tsunami.
“Kita, sama-sama mengetahui bahwa Pesisir Selatan ini merupakan salah satu daerah yang sangat rawan bencana. Tidak hanya bencana longsor dan banjir, tapi juga ada potensi ancama gempa bumi dan tsunami. Untuk itu, melalui kegiatan Rekon ini, semua pihak dapat berkontribusi untuk melahirkan dokumen sebagai kekecewaan kita nanti dalam menghadapi dan melakukan penanganan bencana,” ujarnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini