Rendang Lokan Asal Pesisir Selatan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

0
1059
Padang TIME  | Rendang lokan sebagai salah satu kuliner tradisional asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang cukup populer dan juga disukai konsumen, diharakan mampu menembus pasar nasional dan internasional.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, Mawardi Roska, kepada media online ini Kamis (14/9), dan juga menjelaskan bahwa masakan tradisional itu sekarang telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).

Penetapan itu dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bersamaan dengan 21 WBTbI lainnya di Sumatera Barat (Sumbar) pada 31 Agustus 2023 lalu.

“Penetapan rendang lokan sebagai salah satu WBTbI oleh pemerintah pusat jangan hanya sekedar menjadi kebanggan masyarakat Pessel. Tapi hendaknya menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk menduniakan kuliner ini melalui pengembangan pasar,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa saat ini para pengusaha kuliner sudah mulai melakukan pengemasan
makanan yang memiliki cita rasa yang enak untuk diekspor ke luar daerah.

“Sebagai daerah tujuan wisata, ini bisa dijadikan salah satu oleh-oleh khas Pessel untuk ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung oleh pedagang makanan. Sebab pengetahuan memasak rendang lokal dengan bumbu-bumbu tradisional itu, hanya dimiliki oleh masyarakat Pessel secara turun temurun. Saya katakan demikian, sebab keaslian dan kekhasan rasa rendang lokan itu hanya bisa didapatkan di daerah ini,” jelasnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, ketika dihubungi ini menjelaskan bahwa dengan ditetapkannya rendang lokan itu sebagai WBTbI, maka akan memberikan perlindungan hukum dan tidak bisa dicaplok oleh daerah lain.

Dia juga berharap kekayaan budaya bangsa itu agar terus dilestarikan, dihormati, dan
dirawat dengan penuh rasa tanggung jawab masyarakat.

“Dengan telah dimilikinya sertifikat WBTbI ini, maka akan memotivasi kita semua
untuk menghormatinya dengan aksi-aksi nyata dengan cara melestarikan dan juga
menjadikan sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat,” timpalnya. (pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini