padangtime.com – Bupati Pasaman, Welly Suhery menyoroti pengalokasian pupuk bersubsidi di daerah itu. Ia menduga distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasaman mengalami kebocoran serius. Pupuk yang seharusnya untuk petani setempat informasinya malah ada yang dijual atau dikirim ke luar daerah.
Bupati Welly Suhery secara tegas meminta pendataan penerima diperjelas dan menginstruksikan penelusuran serta tindakan tegas atas dugaan penyelewengan tersebut.
“Kita terima informasi ada pupuk bersubsidi yang dikirim keluar daerah dan bukan untuk petani kita,” tegasnya dalam rapat bersama kepala OPD dan para camat di Balerong Anak Nagari.
Ia menilai kondisi ini sangat merugikan masyarakat, khususnya petani kecil. Welly juga meminta dinas terkait tidak hanya terpaku pada data kios pupuk yang ada.
“Bisa saja yang mengambil pupuk bersubsidi itu orang yang punya puluhan hektar lahan. Ini mengakibatkan petani lain tidak terakomodir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pasaman, M Prasetyo menyebut persoalan lain adalah kelompok tani yang enggan menerima anggota baru.
Menurutnya, satu kelompok tani dapat menampung hingga 125 orang, namun saat ini rata-rata hanya berisi sekitar 25 anggota.
Sekretaris Daerah Yudesri menambahkan, perlu keterlibatan aparat penegak hukum dalam pengawasan distribusi. Ia juga menguatkan dugaan adanya kebocoran pupuk ke luar daerah. Pemerintah nagari diminta aktif mendorong kelompok tani agar terbuka menerima anggota baru demi pemerataan pupuk bersubsidi. (pt)
















