Pelayanan Publik Berbasis Digital, Ombudsman Gandeng Mahasiswa KKN di Durian Tinggi

0
756
Foto bersama Ombusman dan Mahasiswa KKN Durian Tinggi

Penulis: Addina Zulkifli

Kabupten Pasaman, padangtime.com – Lokakarya Ombudsman yang digelar di Nagari Durian Tinggi menjadi salah satu momentum penting dalam upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik di tingkat nagari. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari perangkat nagari, Ombudsman, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berperan aktif sebagai anggota forum.

Narasumber utama, Bapak Adel Wahidi., S.E.I.,M.H, menekankan pentingnya digitalisasi pelayanan sebagai jalan untuk mendekatkan nagari dengan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel adalah kunci dalam membangun kepercayaan publik.

Mahasiswa KKN Durian Tinggi tidak hanya hadir sebagai peserta pasif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung dan merealisasikan gagasan yang dihasilkan dari lokakarya. Peran mereka lebih sebagai “pemopong” atau mitra pendamping yang membantu perangkat nagari dalam mengimplementasikan hasil diskusi.
Salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa adalah lahirnya program kerja utama berupa pembuatan website nagari, yang telah sukses diwujudkan oleh M. Zaki Ilham, mahasiswa Teknik Komputer. Website ini diharapkan menjadi pintu gerbang informasi sekaligus platform digital yang mampu mendukung pelayanan masyarakat secara lebih cepat dan efektif.
Hasil lokakarya yang difasilitasi Ombudsman ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga melahirkan daftar konkret tentang apa saja yang masih harus diperbaiki dari pelayanan nagari. Misalnya, produk layanan yang sudah berbentuk elektronik selama ini hanya ditampilkan dalam bentuk slide, belum diwujudkan secara langsung dan interaktif. Ketersediaan colokan listrik di kursi tunggu juga masih terbatas, sehingga perlu ditambah demi kenyamanan masyarakat. Beberapa papan nama layanan masih belum diperbarui dan kurang akurat, sehingga menyulitkan warga saat mencari informasi. Selain itu, akses wifi gratis bagi masyarakat umum juga masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi.
Dari segi program, layanan unggulan seperti pengurusan SKMD, ahli waris, janda, dan duda perlu dipermudah. Program kunjungan petugas ke rumah warga yang menjadi salah satu inovasi juga masih harus lebih dioptimalkan. Hal lain yang disorot adalah belum adanya sistem reward and punishment yang jelas untuk perangkat nagari, sehingga kedisiplinan kerja belum sepenuhnya terjamin. Layanan digital yang saat ini ada juga dinilai masih perlu ditingkatkan agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat yang hidup di era serba cepat.
Berbagai masukan tersebut menjadi catatan berharga bagi perangkat nagari sekaligus menjadi ruang kontribusi bagi mahasiswa KKN. Mahasiswa dapat membantu dalam mengisi celah kekurangan, baik dari sisi teknis digital maupun pendampingan sosial. Dengan adanya kolaborasi ini, pelayanan publik di Nagari Durian Tinggi diharapkan tidak hanya lebih modern, tetapi juga lebih humanis dan inklusif. Website nagari yang telah dibuat menjadi simbol keberhasilan awal, sekaligus tonggak menuju pelayanan berbasis digital yang lebih utuh.
Lokakarya Ombudsman ini pada akhirnya menunjukkan bahwa perubahan pelayanan publik di tingkat nagari bukan hanya tanggung jawab perangkat desa semata, melainkan juga menjadi ruang kolaborasi lintas pihak, termasuk mahasiswa yang sedang mengabdi. Dengan semangat kebersamaan, transparansi, dan inovasi, Nagari Durian Tinggi dapat menjadi contoh bagaimana pelayanan publik dapat terus diperbaiki dan berkembang mengikuti kebutuhan zaman. (az)
Baca Juga  NOEL, ALARM BAHAYA BAGI PRABOWO
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini