Pascabencana Sumatera, Pemulihan Infrastruktur Diperkirakan Capai Rp77 Triliun

0
1223
padangtime.com – Total anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan infrastruktur fisik pascabencana di Sumatera diperkirakan akan melampaui estimasi pemerintah yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp51,82 triliun.
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memproyeksikan biaya pemulihan infrastruktur fisik dapat mencapai Rp77,4 triliun, atau sekitar 30 kali lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang hanya berkisar Rp2,6 triliun per tahun untuk kegiatan reforestasi dan peremajaan perkebunan.
Angka ini belum termasuk kerugian non-fisik dari lumpuhnya aktivitas ekonomi rumah tangga, trauma psikis, dan ketertinggalan pendidikan anak-anak di daerah terdampak.
CORE mengungkap rata-rata PAD di 52 kabupaten/kota terdampak hanya Rp159,9 miliar. Hal tersebut cukup jauh dibandingkan dengan kebutuhan pemulihan rata-rata Rp700 miliar per daerah.
“Ini tidak mungkin ditutup melalui pembiayaan mandiri, bahkan dengan refocusing maksimal sekalipun,” tulis CORE dalam riset terbarunya bertajuk “Konsekuensi Ekonomi di Balik Duka Sumatera”, Minggu (28/12/2025).
CORE juga menilai, dengan 63 persen dari 52 kabupaten/kota terdampak memiliki Kapasitas Fiskal Daerah rendah atau sangat rendah, pembiayaan mandiri tidak mungkin dilakukan.
CORE pun mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status bencana nasional. Sebab, Keterbatasan APBD dan APBN akan membuat pembiayaan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak memadai, sehingga kenaikan status menjadi bencana nasional diperlukan untuk membuka akses pembiayaan dan bantuan internasional.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru jumlah korban akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera hingga 28 Desember 2025.
Berdasarkan data BNPB, total korban meninggal dunia di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.140 jiwa, sementara 163 orang masih dinyatakan hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pada hari ini tim SAR gabungan kembali menemukan dua jasad korban di wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara.
Rinciannya, jumlah korban meninggal di Aceh sebanyak 513 jiwa, 31 masih hilang, dan sebanyak 377.853 mengungsi. Kemudian di Sumatera Utara 365 jiwa meninggal dunia, 60 masih dinyatakan hilang, dan 11.384 mengungsi. Selanjutnya di Sumatera Barat sebanyak 262 meninggal, 72 hilang, dan 9.935 mengungsi.
Abdul Muhari mengungkapkan bahwa BNPB mencatat total pengungsi saat ini mencapai 399.172 jiwa, yang tersebar di berbagai lokasi pengungsian maupun mengungsi secara mandiri.
(NIA DEVIYANA/IDX CHANEL)
Baca Juga  Calon Jamaah Terdampak Bencana Sumatera Dapat Keringanan Pelunasan Biaya Haji 2026
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini