Lisda Hendrajoni Turun Langsung Bantu Korban Bencana Banjir Pesisir Selatan

0
8256

Di tengah duka masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabanjir dan tanah longsor, anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Hj. Lisda Hendrajoni, turun langsung meninjau lokasi bencana di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Senin (12/10/2026).

Kehadiran Lisda di tengah masyarakat terdampak bencana menjadi momentum penuh haru. Selain melihat langsung kondisi wilayah yang dilanda banjir, ia juga menyerahkan berbagai bantuan kebutuhan pokok kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam tersebut.

Bagi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari musibah, kehadiran Bunda Lisda, sapaan akrabnya, menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kondisi mereka. Terlebih, sejumlah keluarga terdampak masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kunjungan tersebut, Lisda menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, air mineral, makanan ringan, matras, tikar, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan bayi dan ibu menyusui. Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat di sejumlah nagari terdampak banjir dan tanah longsor.

Lisda menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa masyarakat Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Ia berharap warga tetap tabah dan memiliki semangat untuk bangkit, meskipun harus menghadapi berbagai kesulitan akibat bencana.

“Saya turut merasakan kesedihan yang dialami masyarakat kita di Tapan. Musibah ini tentu bukan sesuatu yang mudah, apalagi bagi keluarga yang rumah dan aktivitas kesehariannya terdampak banjir. Namun, saya berharap masyarakat tetap kuat, tetap sabar, dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit,” ujar Lisda.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan. Ia menyadari bahwa bantuan tersebut belum mampu menggantikan seluruh kerugian yang dialami warga, namun diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka.

“Mungkin bantuan yang kami bawa ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerugian dan kesulitan yang dialami masyarakat. Tetapi kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah tidak merasa sendiri. Kita harus saling menguatkan dan saling membantu,” katanya.

Lisda juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi anak-anak, perempuan, ibu menyusui, dan kelompok rentan yang terdampak bencana. Menurutnya, kebutuhan kelompok tersebut harus menjadi salah satu prioritas dalam penanganan darurat maupun proses pemulihan pascabencana.

“Anak-anak kita harus tetap mendapatkan perhatian, termasuk kebutuhan sekolah mereka. Begitu juga para ibu, bayi, dan lansia. Jangan sampai musibah ini membuat mereka kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar. Semua pihak harus bergerak bersama untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

Setelah penyerahan bantuan secara langsung oleh Lisda pada Senin (12/10/2026), pendistribusian bantuan kembali dilanjutkan pada Selasa (13/10/2026) untuk menjangkau masyarakat di sejumlah nagari lainnya yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Penyaluran lanjutan tersebut dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door, melibatkan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Ilham Rachmadsyah Putra, S.STP., Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, S.STP., M.M., bersama wali nagari setempat.

Kepala Dinsos PPPA Pesisir Selatan, Ilham Rachmadsyah Putra, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Lisda Hendrajoni terhadap masyarakat terdampak bencana. Ia menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

“Harapan Bunda Lisda, bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah. Kita harus bangkit dari kondisi ini dan tidak terlalu larut dalam kesedihan. Pemerintah akan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Ilham.

Sementara itu, Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, menyampaikan bahwa terdapat sembilan nagari terdampak banjir dan tanah longsor di wilayahnya. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah nagari terus melakukan pendataan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Kita pastikan bantuan dari Ibu Lisda dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bersama Forkopimca Ranah Ampek Hulu Tapan, kami akan mengawal pendistribusian bantuan ini berdasarkan laporan dari masing-masing wali nagari,” kata Dheno.

Selain penyaluran bantuan, pemerintah kecamatan juga menaruh perhatian terhadap kondisi sejumlah kepala keluarga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Batang Tapan. Warga di kawasan rawan bencana tersebut diharapkan mulai mempertimbangkan solusi relokasi ke lokasi yang lebih aman untuk mengurangi risiko bencana berulang.

Suasana haru turut mewarnai penyaluran bantuan di Nagari Talang Balarik. Sejumlah warga terlihat tidak mampu menahan air mata saat menerima bantuan kebutuhan pokok yang disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Salah seorang warga penerima bantuan, Inel, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Lisda Hendrajoni serta Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Terima kasih sekali lagi Bunda Lisda Hendrajoni, terima kasih Pak Bupati Hendrajoni. Semoga Bunda Lisda selalu diberikan kesehatan dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” ucap Inel.

Bagi masyarakat terdampak banjir, bantuan yang diterima bukan sekadar beras, makanan, perlengkapan sekolah, ataupun kebutuhan rumah tangga. Perhatian yang diberikan menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan setelah bencana melanda permukiman mereka.

Lisda berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus diperkuat dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Ia juga mendorong seluruh pihak untuk memberikan perhatian terhadap proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama membantu masyarakat melewati masa sulit ini. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Insyaallah, dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, masyarakat Tapan bisa segera bangkit kembali,” tutup Lisda. (bee/*)

*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini