Kisah Inspiratif Buya Ristawardi: Dari Buruh Semen hingga Dai Terkenal

0
1970

padangtime.com – Ramadan selalu menghadirkan kisah inspiratif tentang kerja keras, ketulusan, dan nilai keimanan. Salah satunya adalah perjalanan hidup mubaligh Sumatera Barat, H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh, yang dikenal luas dengan gaya dakwah hangat, jenaka, dan sarat hikmah.

Tak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan dakwahnya berawal dari kerja keras sebagai buruh angkat semen di Pelabuhan Teluk Bayur. Pada 1974, ia bekerja memindahkan karung-karung semen produksi PT Semen Padang dari lori ke gudang sebelum dimuat ke kapal.

Pekerjaan fisik berat itu menuntut kekuatan dan kesabaran. Dari pengalaman tersebut ia belajar tentang disiplin dan keteguhan hati, nilai yang kemudian menjadi fondasi dalam setiap ceramahnya.

Beberapa tahun kemudian, Ristawardi diangkat menjadi karyawan tetap PT Semen Padang dan ditempatkan sebagai cleaning service. Meski demikian, ia tetap aktif dalam kegiatan keagamaan dan pengajian di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.

Sebuah peristiwa kemudian menjadi titik balik hidupnya ketika ia diminta menyampaikan pidato pelepasan jenazah seorang pimpinan perusahaan saat ulama senior Buya Haji Sayuti Khatab sedang mendampingi tim Semen Padang FC ke luar negeri. Tausiahnya yang menyentuh membuat pimpinan perusahaan terkejut mengetahui bahwa ia seorang cleaning service.

Sejak saat itu, ia dipercaya membantu pembinaan rohani hingga menjabat Kepala Urusan Konseling Rohani. Selama 35 tahun mengabdi di PT Semen Padang, ia menjadi penguat spiritual bagi banyak pekerja sekaligus mubaligh yang kini dikenal luas hingga ke berbagai daerah. (pt)

Baca Juga  Menteri Kebudayaan Kunjungi Indarung I, PT Semen Padang Sambut Rencana Revitalisasi Pabrik Indarung I
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini