padangtime.com – Ketua Umum KADIN Sumatera Barat Buchari Bachter membawa Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menghadiri forum KADIN Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Auditorium Lantai 3 Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Forum internasional yang digelar KADIN Indonesia tersebut menghadirkan Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya N. Bakrie, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri KADIN Indonesia James T. Riady, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 50 duta besar negara sahabat dan anggota korps diplomatik dari berbagai negara, pimpinan KADIN daerah, pelaku usaha nasional, akademisi, hingga pejabat pemerintah. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global dan persaingan investasi dunia.
Dalam kesempatan itu, Rosan P. Roeslani mengapresiasi peran KADIN Indonesia dalam menjaga dan memperkuat kepercayaan investor global terhadap Indonesia di tengah situasi ekonomi dunia yang dinamis. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kekuatan penting dalam menjaga optimisme investasi nasional.
Sementara itu, Buchari Bachter mengatakan kehadiran Sumatera Barat dalam forum tersebut merupakan langkah penting untuk memperkenalkan potensi daerah kepada komunitas internasional.
“Kami ingin Sumatera Barat lebih aktif hadir dalam agenda internasional. Kehadiran gubernur dan rektor Universitas Andalas menunjukkan bahwa pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan dunia usaha siap bersinergi membangun diplomasi ekonomi daerah,” ujarnya.
Menurut Buchari, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor investasi, pariwisata, perdagangan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif yang perlu dipromosikan secara lebih luas kepada investor dan mitra global.
Ia juga menilai daerah membutuhkan lebih banyak agenda nasional dan internasional yang menghadirkan kepala daerah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas diplomatik dalam satu ruang kolaborasi strategis.
Kehadiran Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi, terutama dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Deny Abdi berharap ke depan Sumatera Barat semakin aktif mengikuti berbagai event internasional sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi daerah.
Menurutnya, keterlibatan daerah dalam forum global akan membuka peluang kerja sama baru di sektor investasi, perdagangan, pendidikan, dan promosi budaya Indonesia di tingkat dunia. (pt)