padangtime.com – Mengawali semester baru pada Senin (9/2), Kelompok Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera dari Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP) menunjukkan komitmen kuat dalam perlindungan satwa liar melalui penyelenggaraan Seminar Internasional dan Kuliah Umum. Mengusung tema “The Future of Malayan Tapir Conservation in Sumatra”, acara ini menghadirkan perwakilan dari IUCN/SSC Tapir Specialist Group (TSG) untuk mengajak pentingnya menjaga kekayaan alam endemik Asia, khususnya Tapir. Dilaksanakan secara hybrid di Aula FMIPA UNP dan melalui platform Zoom, kegiatan ini berhasil menarik perhatian peserta lintas bidang dan negara, mulai dari kalangan mahasiswa hingga aktivis lingkungan internasional.
Dukungan penuh terhadap agenda ini disampaikan oleh BKSDA Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Seksi Wilayah I, Antonius Vevri, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa perlindungan terhadap tapir memiliki urgensi yang setara dengan perlindungan harimau, demi mencegah punahnya spesies ini. Jangan hanya menjadi sekadar dokumentasi gambar bagi generasi mendatang, lanjutnya. Harapan serupa disampaikan oleh pimpinan Universitas Negeri Padang, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswan dan Alumni, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., yang menegaskan bahwa perluasan wawasan masyarakat adalah kunci agar kelestarian tapir tetap terjaga di masa depan. Sebagai narasumber utama, hadir Koordinator Regional Indonesia untuk Tapir dari UNAND, Dr. Wilson Novarino, M.Si., bersama dua pakar tapir internasional, yakni Dr. Evelyn Lim Ai Lin dari Universiti Putra Malaysia dan Mohd. Sanusi Mohamed selaku Project Manager Copenhagen Zoo, Denmark.
Sebelumnya Kelompok Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera juga telah melakukan kegiatan monitoring biodiversity termasuk tapir di daerah TWA Singggalang-Tandikat. Pada kegitan ini juga dihadiri oleh perwakilan SMP N 3 X Koto, yang merupakan siswa dari daerah habitat asli tapir di Sumatra. Siswi SMP N 3 X Koto ini menyampaikan orasi ilmiah tentang pentingnya konservasi tapir dari perspektif masyarakat lokal yang menggugah hati participant baik offline ataupun online.
Selain diskusi ilmiah, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi edukatif dengan menggandeng Sintas Indonesia dan the Centre of Orangutan Protection (COP) melalui pameran keanekaragaman hayati. Melalui inisiatif ini, Kelompok Riset KHS UNP secara nyata berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini tercermin pada pemenuhan poin SDGs15 mengenai perlindungan ekosistem daratan dan penghentian kepunahan biodiversitas, poin SDG 4 melalui penyediaan pendidikan berkualitas yang inklusif, serta poin SDGs 17 yang mengedepankan kemitraan strategis lintas negara dan organisasi demi mencapai tujuan konservasi yang berkelanjutan (Kelompok Riset KHS Biologi UNP)