padangtime.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membuka Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana di Aula BPSDM Sumatera Barat, Senin (6/4/2026).
Mahyeldi menyebut Sumbar memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, baik geologi maupun hidrometeorologi. Banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan gelombang pasang terus meningkat, sehingga penyusunan dokumen rencana kontingensi menjadi sangat penting.
Ia menegaskan dokumen tersebut harus menjadi pedoman penanganan sebelum, saat, dan pascabencana. “Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.
Mahyeldi juga menyoroti bencana besar 2025 akibat curah hujan ekstrem dan siklon tropis. Di Sumbar tercatat sekitar 264 korban meninggal, puluhan hilang, dan ribuan rumah rusak. Secara regional, lebih dari 1.200 korban jiwa dan jutaan warga terdampak.
Menurutnya, penanganan darurat saja tidak cukup tanpa perencanaan matang, terstruktur, dan terkoordinasi. Karena itu, seluruh pihak diminta berkolaborasi menyusun dokumen yang berkualitas dan aplikatif.
Sementara itu, Kepala BPSDM Sumbar, Barlius, menekankan pentingnya dokumen rencana kontingensi sebagai kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman seperti gempa, tsunami, banjir, hingga kebakaran hutan.
Ia berharap keterlibatan unsur pentahelix dapat menghasilkan strategi penanggulangan bencana yang efektif. Peserta juga diharapkan memahami metodologi penyusunan renkon serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kondisi darurat.
(rmz)

















