Sebagai bagian dari implementasi program kerja tematik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas dari bidang psikologi dan keperawatan menyelenggarakan kegiatan edukatif di dua sekolah berbeda, yakni Sekolah Luar Biasa (SLB) Indah Permata Bunda dan SDN 22 Kampung Taji. Program ini mengusung tema utama “Stop Bullying: Kita Teman, Bukan Lawan”, serta edukasi tambahan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kegiatan pertama dilaksanakan pada Rabu, 30 Juli 2025, di SLB Indah Permata Bunda oleh Febri Allya Chery (mahasiswa Psikologi) dan Muhammad Roif (mahasiswa Keperawatan). Kedatangan tim KKN disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Ibu Yanti, yang menyampaikan rasa haru dan bangganya atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
“Ibuk sanang kakak-kakak KKN nio mengunjungi dan maagiah materi disiko. Ibuk maraso terharu atas kepedulian kalian kepada anak-anak luar biasa yang ibuk didik,” tutur Buk Yanti penuh haru.
Ia pun berbagi kisah inspiratif tentang alasan pendirian SLB tersebut, yang berakar dari perjuangannya sebagai ibu dari anak berkebutuhan khusus. Menyadari minimnya perhatian terhadap anak-anak istimewa seperti putranya, Buk Yanti bersama rekannya mendirikan sekolah ini sebagai ruang belajar dan tumbuh bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Tragisnya, tak lama setelah SLB ini berdiri, Buk Yanti harus kehilangan anak tercinta, disusul wafatnya rekan pendiri sekolah. Namun, semangatnya tak surut. Ia memilih tetap mengabdi, merawat dan membesarkan sekolah ini dengan sepenuh hati, memperlakukan seluruh siswa layaknya anak sendiri. Kini, SLB Indah Permata Bunda menjadi simbol nyata perjuangannya dan persembahan penuh doa bagi mendiang putranya.
Melihat kepedulian para mahasiswa terhadap anak-anak istimewa, Buk Yanti pun mendukung penuh pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti oleh 15 siswa SLB serta 20 mahasiswa KKN. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat. Anak-anak mengikuti materi dengan antusias, terbukti dari keterlibatan aktif mereka saat kuis interaktif berlangsung.
Salah satu siswi, Putri, dengan percaya diri maju ke depan dan menjawab pertanyaan. Momen itu memperlihatkan bahwa edukasi inklusif sangat mungkin diterapkan bila disampaikan dengan pendekatan yang tepat dan menyenangkan.
Usai kegiatan, para guru dan siswa mengajak mahasiswa makan bersama, sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan. Para mahasiswa merasa diterima dengan hangat, sementara guru-guru menyampaikan rasa syukur atas kegiatan yang menyentuh hati tersebut.
Keesokan harinya, Kamis, 31 Juli 2025, program serupa dilanjutkan di SDN 22 Kampung Taji. Mengangkat dua tema utama, yakni “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat: Aku Bisa Mandi dan Cuci Tangan dengan Benar” serta “Stop Bullying: Kita Teman, Bukan Lawan”, kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB di aula sekolah dan diikuti oleh sekitar 80 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Sambutan dari para siswa SD tak kalah hangat. Arumi, siswi kelas 4, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Aku dari tadi nunggu kakak-kakak KKN datang. Senang sekali akhirnya kakak datang juga,” ujarnya polos namun penuh semangat.
Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan. Para siswa diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan diri serta memahami bahaya tindakan perundungan (bullying). Meski suasana sempat riuh karena antusiasme tinggi, kegiatan tetap berjalan tertib dan edukatif.
Dengan terlaksananya dua rangkaian kegiatan ini, program kerja tematik mahasiswa KKN Universitas Andalas dari bidang psikologi dan keperawatan dapat dikatakan sukses. Respons positif datang dari berbagai pihak: kepala sekolah, guru, siswa, hingga masyarakat sekitar.
Program ini bukan hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan karakter dan kesehatan mental anak-anak sejak usia dini. (pt)