Dinkes Kota Padang Ajak Masyarakat Bijak dalam Menggunakan Antibiotik

0
105
Padang – padangtime.com | Pemerintah Kota Padang mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR).
Hal tersebut disampaikan oleh Pj Wali Kota Padang, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, saat membuka secara resmi acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Kenali dan Cegah Resistensi Antimikroba Demi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2024 di salah satu hotel di Kota Padang, Minggu (8/12/2024).
“Kami sangat mendukung kegiatan ini, yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada berbagai elemen masyarakat, baik secara luring maupun daring, mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak,” ujar dr. Srikurnia.
Ia menekankan pentingnya penggunaan obat secara rasional, dan mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi antibiotik. “Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat merugikan individu itu sendiri. Kita berharap masyarakat dapat cerdas dan bijak dalam pemakaian obat. Salah satu penyebab resistensi antimikroba adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala BBPOM Padang, Hilda Murni, menjelaskan bahwa BPOM telah melakukan upaya komunikasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mengenali serta mencegah resistensi antimikroba.
“Upaya yang bisa dilakukan dalam menggunakan antibiotik dengan benar adalah mengikuti petunjuk tenaga kesehatan. Selain itu, untuk pengelolaan antibiotik kadaluarsa atau sisa obat, masyarakat dapat mengumpulkannya sesuai bentuk seperti tablet, kapsul, dan sirup,” terangnya.
Lebih lanjut, Hilda Murni memberikan langkah-langkah untuk membuang antibiotik sisa dengan aman. “Robek kemasan atau hilangkan label, kemudian bawa antibiotik sisa tersebut ke apotek bertanda khusus untuk dibuang sesuai ketentuan. Jika tidak ada apotek bertanda khusus, keluarkan antibiotik dari kemasan, rusak, tambahkan air, tanah, ampas kopi, lalu diamkan beberapa minggu dalam plastik sebelum dibuang bersama sampah rumah tangga lainnya,” jelasnya.
( MA/Taufik)
Baca Juga  Pemko Padang Berikan Santunan Rp15 Juta per Korban Terdampak Banjir
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini