padangtime.com – Sebanyak 22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Pariaman menerima ijazah Paket A, B dan C yang diserahkan oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Mushala Lapas Kelas II B Pariaman, Selasa (7/4).
Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Lapas Kelas IIB Pariaman dan jajaran, serta Dinas Pendidikan, atas kolaborasi yang luar biasa. Program integrasi pendidikan di dalam Lapas ini adalah investasi kemanusiaan yang sangat berharga. Terima kasih telah memanusiakan manusia dan memberikan harapan bagi mereka.
” Saya secara pribadi merasa sangat bangga dan terharu melihat semangat saudara-saudara sekalian dalam menyelesaikan jenjang pendidikan meski berada di dalam masa pembinaan. Pendidikan adalah hak segala bangsa, tanpa memandang status sosial maupun kondisi fisik. Ijazah ini menjadi bukti bahwa berada di balik jeruji besi bukanlah penghalang untuk tetap produktif dan menimba ilmu. “ ujarnya.
Pemerintah Kota Pariaman telah menjalin kerjasama dibidang pendidikan sejak Tahun 2023 dengan Lapas Kelas II B Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, tanpa terkecuali. Tidak hanya itu, Pemko Pariaman juga memastikan bahwa saat WBP kembali ke masyarakat nanti, mereka akan membawa bekal keterampilan dan akademis yang sah untuk mencari nafkah dan membangun kehidupan yang bermartabat.
“Dengan ijazah Paket A, B, atau C, para warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikan saat kembali ke masyarakat nanti. Keberhasilan ini menunjukkan kuatnya koordinasi dalam memberikan layanan pendidikan inklusif di Kota Pariaman, “ tambahnya.
Pendidikan kesetaraan sangat membantu dalam proses rehabilitasi dan meningkatkan rasa percaya diri para warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik. Lapas Kelas II B Pariaman pada Tahun 2023 sampai 2025, telah meluluskan 66 orang WBP dan Tahun 2026 terdapat 47 orang warga binaan yang sedang menempuh proses pembelajaran.
“Selamat kepada seluruh lulusan Paket A, B, dan C. Teruslah belajar, karena belajar tidak mengenal ruang dan waktu. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi berkah bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Kepada yang masih belajar, teruslah bersemangat karena tiada kata akhir untuk belajar. Ingat dengan pepatah, tuntutlah ilmu sampai keliang lahat, “ pesannya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Pariaman, Boy Irfan Arslan, memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pemko Pariaman atas program yang sangat luar biasa ini. Kerja sama ini adalah wujud nyata dari konsep restorative justice dan reintegrasi sosial, di mana negara hadir untuk membina, bukan sekadar menghukum.
“Ini bentuk dukungan moral yang luar biasa bagi kami dan khususnya bagi para Warga Binaan. Kami di Lapas Pariaman memiliki prinsip bahwa tembok penjara boleh membatasi gerak, tapi tidak boleh membatasi masa depan. Kepada warga binaan, hari ini adalah bukti bahwa kerja keras dan niat untuk berubah itu membuahkan hasil. Ijazah yang saudara terima hari ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik. Jangan pernah merasa malu dengan masa lalu. Jadikan ijazah ini sebagai modal untuk kembali ke masyarakat dengan wajah tegak, menjadi pribadi yang mandiri, dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, “ ujarnya mengakhiri.(dewi lestari)