Bakti Polisi untuk Rakyat: Kisah Aipda Dian Ringankan Derita Korban Bencana di Padang

0
1171
Padang, Sumatera Barat — Di tengah derasnya hujan dan terpaan angin kencang yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu, sebuah peristiwa memilukan menimpa seorang warga lanjut usia di Kelurahan Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung. Namun di balik musibah tersebut, hadir pula kisah inspiratif tentang kepedulian seorang anggota polisi yang tak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Adalah Aipda Dian, anggota Polsek Lubuk Begalung (Lubeg), yang menunjukkan empati dan kepeduliannya kepada sesama. Pada Sabtu pagi, 3 Mei 2025, Aipda Dian mendatangi rumah Ibu Asna (75 tahun), korban pohon tumbang yang kini hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur setelah kedua kakinya patah tertimpa pohon besar jenis kedondong pada Senin malam, 21 April 2025.
Berbekal sepeda motor dan dana pribadi yang ia sisihkan dari penghasilannya sebagai anggota polisi, Aipda Dian membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, telur ayam, susu, dan uang tunai. Bantuan itu kemudian diserahkan langsung kepada keluarga korban di RT 4 RW 03 Kelurahan Parak Laweh.
“Saya mendapat informasi dari warga bahwa ada seorang nenek lanjut usia yang jadi korban pohon tumbang. Kondisinya memprihatinkan, dan saya merasa terpanggil untuk membantu,” tutur Aipda Dian kepada awak media.
Aksi ini bukan yang pertama bagi Aipda Dian. Ia mengaku telah menjadikan kegiatan sosial sebagai rutinitas setiap minggunya, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
“Saya hanya ingin berbagi. Ini bentuk kecil dari rasa syukur dan tanggung jawab saya sebagai abdi negara,” ujarnya dengan rendah hati.
Hendra, salah seorang anggota keluarga korban, tak kuasa menahan haru atas bantuan yang diberikan. Ia menceritakan kronologi kejadian yang menimpa ibunya malam itu. “Saat kejadian, ibu sedang duduk di dekat rumah, tiba-tiba angin kencang merobohkan pohon besar dan langsung menimpa beliau. Kami panik, dan langsung membawa ke rumah. Kaki ibu patah dan sampai sekarang belum bisa bangun,” ucapnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa tugas seorang polisi tidak hanya di kantor atau lapangan, tapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat. Sosok Aipda Dian memberi harapan bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan tulus yang peduli dan siap membantu tanpa pamrih.
Semoga aksi Aipda Dian menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. (pt)
Baca Juga  Pemko Padang Berikan Santunan Rp15 Juta per Korban Terdampak Banjir
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini