padangtime.com – Bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Tanah Datar, nama Ir. H. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M. bukan sekadar deretan gelar akademik. Ia adalah simbol kepemimpinan yang tenang, matang, dan penuh integritas. Kini, setelah menempuh perjalanan panjang dari birokrat akar rumput hingga jabatan menteri, Shadiq melangkah ke Senayan sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Partai NasDem.
Namun, siapakah sebenarnya sosok di balik nama besar ini? Mengapa kehadirannya di parlemen begitu dinanti?
Warisan Nama dari Pengasingan Digoel
Karakter kuat Shadiq tidak lepas dari sejarah keluarganya. Ia adalah putra dari Mohamad Saleh Kari Sutan (Pakiah Saliah), seorang pejuang militan asal Rao-rao yang pernah dibuang oleh kolonial Belanda ke kamp pengasingan maut di Boven Digoel, Papua pada tahun 1932.
Nama “Pasadigoe” yang ia sandang merupakan sebuah penghormatan abadi; akronim dari Pakiah Saliah Digoel. Lahir saat sang ayah sudah berusia 62 tahun, Shadiq tumbuh besar dengan nilai-nilai keteguhan hati dan cinta tanah air yang diwariskan langsung dari sang pejuang.
Meniti Karier dari “Bawah”
Berbeda dengan politisi yang muncul secara instan, Shadiq adalah produk asli birokrasi yang merangkak dari bawah. Ia memulai kariernya sebagai staf biasa di Pemda Tanah Datar pada 1988. Pengalamannya ditempa di Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) hingga akhirnya dipercaya menjadi Wakil Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat.
Puncak pengabdiannya di daerah terjadi saat ia terpilih menjadi Bupati Tanah Datar selama dua periode (2005–2015). Di bawah kepemimpinannya, Tanah Datar dikenal sebagai daerah yang stabil dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Keandalannya memimpin diakui secara nasional hingga ia dipercaya menjabat sebagai Sekjen APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).
Birokrasi Nasional dan Panggilan Parlemen
Setelah menuntaskan jabatan bupati, Shadiq membuktikan bahwa kompetensinya diakui di level nasional. Ia berhasil lolos lelang jabatan sebagai Inspektur III di Itjen Kemendagri dan mengakhiri karier PNS-nya sebagai Staf Ahli Menpan-RB Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah.
Meski sempat belum berhasil pada Pemilu 2019, kegigihannya berbuah manis di Pemilu 2024. Melalui Partai NasDem, ia meraih kepercayaan 50.458 suara dari masyarakat Dapil Sumatera Barat I. Pada 1 Oktober 2024, ia resmi dilantik, membawa harapan baru bagi pembangunan otonomi daerah yang lebih kuat di pusat.
Sosok Keluarga yang Humanis
Di balik jas formalnya, Shadiq adalah sosok ayah dari lima orang anak dan suami dari Betti Shadiq Pasadigoe, yang juga merupakan politikus senior mantan anggota DPR RI. Kehidupan pribadinya yang harmonis dan jauh dari kontroversi menjadikannya teladan bagi banyak orang.
Kini, dengan segudang pengalaman sebagai eksekutif di daerah dan birokrat di pusat, Shadiq Pasadigoe siap mengemban amanah besar di DPR RI. Bagi masyarakat, ia bukan hanya seorang wakil rakyat, melainkan penyambung lidah aspirasi yang memahami seluk-beluk pemerintahan dari dalam. (PT/NS)