Percepatan Swasembada Pangan di Kota Pariaman

0
8939
padangtime.com – Program swasembada pangan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo menjadi fokus utama dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan nasional yang menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menegaskan program swasembada pangan sebagai fokus utama untuk menjamin kecukupan pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor. Sebagai bagian dari upaya ini, pemerintah daerah Kota Pariaman turut berkomitmen mendukung program swasembada pangan dengan memanfaatkan potensi pertanian lokal yang ada.
Kota Pariaman memiliki peran strategis dalam mewujudkan program Presiden RI tersebut dengan memiliki 1.627 ha lahan sawah dengan produksi padi sebesar 15.689 ton pada tahun 2024. Angka produksi ini turun jika dibandingkan tahun 2023 yakni sebesar 16.101 ton. Sementara itu seluas 1.273 ha sawah sudah memiliki irigasi dan sisanya masih mengandalkan air hujan. Sawah paling luas terletak di Kecamatan pariaman Selatan yakni 504 ha, sementara di Kecamatan Pariaman Tengah, Timur dan Utara masing-masing 308 ha, 406 ha dan 409 ha. Untuk Kecamatan Pariaman Selatan hanya 150 ha sawah yang memiliki irigasi  dan sisanya sawah tadah hujan atau seluas 354 ha.
Secara keseluruhan permasalahan pertanian sawah seputaran cuaca dan hama, namun khusus di Kecamatan Pariaman Selatan ditambah dengan permasalahan saluran irigasi Anai Dua yang tidak berfungsi sampai sekarang. Kerusakan saluran irigasi Anai Dua ini sudah berlangsung selama tujuh tahun belakang dan menghambat pengairan sawah serta mengakibatkan penurunan produksi padi.
Perbaikan saluran irigasi ini sangat penting untuk memaksimalkan produksi padi hingga 5.000 ton per tahun dan mendukung swasembada pangan nasional. Pemerintah pusat dan daerah harus segera bertindak untuk mengatasi masalah ini. Luas sawah yang dilewati saluran irigasi ini hampir 500 hektar. Lahan sawah ini sangat strategis sebagai sumber produksi padi yang dapat berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Namun, potensi besar ini belum dapat dimaksimalkan karena permasalahan pengairan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.
Saluran irigasi Anai Dua yang dibangun sekitar tujuh tahun lalu diharapkan mampu mengairi sawah di Kecamatan Pariaman Selatan secara optimal. Namun, saluran irigasi ini belum berfungsi dengan baik karena adanya kerusakan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman yang menyebabkan aliran air terhambat sehingga tidak dapat mengalir hingga ke Kota Pariaman. Akibatnya, sawah di Pariaman Selatan saat ini hanya mengandalkan air hujan untuk pengairan, sehingga produktivitas pertanian menurun.
Saat ini sawah di wilayah tersebut hanya bergantung pada air hujan saja dan membuat hasil panen padi menjadi tidak optimal. Banyak petani terpaksa mengalihkan lahan mereka ke tanaman jagung yang lebih toleran terhadap kekurangan air.
Jika saluran irigasi Anai 2 dapat diperbaiki dan berfungsi normal kembali, lahan sawah seluas hampir 500 hektar di Pariaman Selatan akan kembali menjadi area persawahan yang produktif. Dengan pengairan yang memadai, petani dapat melakukan panen hingga dua bahkan tiga kali dalam setahun. Estimasi hasil panen padi mencapai 5.000 ton per tahun, yang tentunya akan memberikan kontribusi signifikan terhadap swasembada pangan nasional.
Permasalahan ini sudah kami sampaikan kepada Wakil Komisi VI DPR RI yang juga wakil rakyat dari Sumbar, Bapak Andre Roside dan Menteri Pertanian Bapak Amran Sulaiman beberapa waktu lalu Ketika kunjungan kerja ke Sumbar. Hal ini telah menjadi perhatian beliau sehingga Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) V yang memiliki tanggung jawab untuk segera memperbaiki kerusakan saluran irigasi Anai Dua tersebut juga telah menanggapinya dengan melakukan perbaikan saluran irigasi di wilayah Kabupaten Padang Pariaman yang mengelami rusak parah sehingga air tidak bisa mengalir ke Kota Pariaman.
Percepatan swasembada pangan di Kota Pariaman sangat bergantung pada fungsi saluran irigasi Anai Dua yang mengairi lahan sawah khusunya di Kecamatan Pariaman Selatan. Kerusakan saluran yang sudah berlangsung selama tujuh tahun menjadi hambatan utama produksi padi. Oleh karena itu, perbaikan saluran irigasi harus menjadi prioritas utama pemerintah pusat dan daerah agar lahan sawah kembali produktif dan mampu berkontribusi dalam mencapai swasembada pangan nasional.
Perbaikan ini sangat dirindukan oleh petani di Kecamatan Pariaman Selatan. Kami berharap perbaikan irigasi ini dapat selesai pada tahun ini dan air dapat mengalir normal ke Kota Pariaman. (*)
Baca Juga  Wako Yota Balad Launching MBG 3B Kecamatan Pariaman Tengah
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini