Penyerahan Penghargaan ini dilakukan setelah kegiatan IJTI Talkshow dengan tema “Peran CSR Instansi/Lembaga/Perusahaan Swasta Dalam Penanggulangan Bencana Hidrometeologi di Sumbar”, dengan beberapa narasumber yang diundang.
Penghargaan IJTI ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan kepada Wali Kota Pariaman Yota Balad, sebagai bentuk pengakuan IJTI akan kerja nyata Pemerintah Kota Pariaman dalam menghadapi dan menangani bencana Hidrometeologi yang terjadi diakhir 2025 yang lalu.
“Alhamdulillah, Kami di Pemerintah Kota Pariaman telah mempunyai blueprint tata Kelola kebencanaan dengan membuat Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2026 – 2030 dan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Pariaman,” ujar Yota Balad dalam pemaparanya di Talkshow IJTI ini.
Dirinya juga menjelaskan bahwa dengan adanya blueprint tersebut, kita telah membuat jalur-jalur mitigasi bencana dan evakuasi nya, serta menyiapkan rambu-rambu di tiap kecamatan yang berada di pinggir pantai, sehingga ketika terjadi bencana, masyarakat telah paham dan mengerti, ulasnya.
“Apalagi, pada September kemaren, kita juga telah difasilitasi oleh Provinsi Sumatera Barat menggelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Provinsi Sumatera Barat yang pesertanya berasal dari ASN, Masyarakat dan Pelajar, yang harapanya gladi ini menjadi edukasi langsung kepada masyarakat,” ucap Yota Balad.
Lulusan STPDN ini juga menjelaskan bahwa Pemko Pariaman telah mempunyai Sirene Early Warning System (EWS) Tsunani dan EWS untuk memantau debit air disungai. Kota Pariaman juga menerima bantuan sistem peringatan dini gempa bumi atau Earthquake Early Warning System (EEWS) dari BMKG terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa, terangnya.
“Pemerintah Kota Pariaman juga telah mempunyai High-Frequency (HF) Radar Array Tsunami, yang mampu memancarkan gelombang elektromagnetik dan memantau kondisi laut serta aktivitas gelombang hingga sejauh 150 kilometer di laut,” tukasnya.
Selain itu, Yota Balad juga menyampaikan bahwa didalam visi dan program unggulanya ada Satu Keluarga Satu Hafidz, karena sesuai dengfan syariat agama islam, menyerahkan diri kepada tuhan, karena dengan kita masih mengingat Allah SWT dan membaca serta mengahfal Al Qur’an, insya allah bencana itu akan dijauhkan dari daerah kita, ungkapnya.
Hal tersebut mendapat apresiasi dan direspon langsung dari Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan dengan menyebutkan bahwa visi Wali Kota Pariaman dengan Satu keluarga Satu Hafidz ini, sangat inspiratif dan jarang dibuat oleh kepala daerah lainya.
“Yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Pariaman bukan hanya mitigasi duniawi saja, tetapi juga mitigasi dunia akherat, dengan adanya program Satu keluarga Satu Hafidz ini, jadi seandainya terjadi bencana, yang kita tidak mendoakan untuk itu, seandainya tidak selamat di dunia, tetapi insya allah akan selamat di akherat, dan ini baru saya dengar, ditempat lain tidak ada mitigasi dunia akherat, teput tangan untuk Pak Wali Kota Pariaman,” tutupnya.
Pemberian Penghargaan dari IJTI ini terbagi menjadi 3 kategori, yang pertama kategori Lembaga Inspiratif dalam penanganan bencana di Sumatera Barat, Kedua kategori Lembaga Inspiratif dalam dunia kedokteran di Sumatera Barat dan puncaknya Ketiga kategori Pemerintah Daerah Inspiratif dalam penanganan bencana Hidrometeologi di Sumatera Barat. (J)

