Padang TIME.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade meresmikan operasional Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Minggu (5/4/2026).
Peresmian BTS tersebut juga didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Manajer Network Operations Productivity (NOP) Telkomsel Bukittinggi, Surya Firdaus, Kepala Desa Kajai dan disaksikan Sekretarus Dearah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, Kepala OPD dilingkungan Pemko Pariaman, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Andre Rosiade menegaskan pembangunan BTS di Desa Kajai merupakan hasil kolaborasi antara DPR RI, Pemko Pariaman, dan BUMN melalui Telkomsel. Para pihak terkait berkoordinasi untuk memastikan pemerataan akses digital hingga ke wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan.
“Alhamdulillah, setelah menerima aspirasi dari bapak Walikota dan tokoh masyarakat, kami langsung berkoordinasi dengan Direksi Telkomsel. Hari ini kita buktikan sinyal sudah hadir dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini bukti kerja nyata kolaborasi antara DPR RI, pemerintah daerah, dan BUMN,” ujarnya.
Menurutnya, Kehadiran BTS ini mengakhiri persoalan blank spot yang selama bertahun-tahun menghambat aktivitas warga di Desa Kajai.
“Keberadaan BTS tersebut bukan sekadar menghadirkan sinyal telekomunikasi, tetapi membuka akses pendidikan, layanan pemerintahan, serta peluang ekonomi digital bagi masyarakat”, sebutnya.
Ia juga memastikan upaya penghapusan blank spot di Kota Pariaman belum berhenti. Dalam waktu dekat, satu BTS tambahan di Desa Sungai Rambai akan segera direalisasikan agar seluruh wilayah Kota Pariaman terkoneksi jaringan telekomunikasi secara merata.
“Kami ingin Kota Pariaman benar-benar bebas dari blank spot. Setelah Kajai, menyusul Sungai Rambai. Karena masyarakat tidak boleh tertinggal dalam akses informasi dan teknologi,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas komitmen bapak Andre Rosiade yang cepat merespons kebutuhan masyarakat.
“Desa Kajai selama bertahun-tahun mengalami keterbatasan akses jaringan yang berdampak pada aktivitas pendidikan, layanan publik, hingga komunikasi warga”, ungkapnya.
Yota Balad menyebutkan bahwa lebih kurang lima tahun terakhir Desa Kajai mengalami blank spot. Bahkan sejak lama masyarakat kesulitan mendapatkan sinyal.
“Alhamdulillah Desa Kajai tidak blank spot lagi. Kami sangat bahagia dan bangga atas perjuangan bapak Andre Rosiade tidak sampai satu tahun sejak kami menyampaikan aspirasi, BTS ini sudah berdiri dan langsung diresmikan ,” terangnya.
Ia menilai kehadiran BTS Telkomsel menjadi langkah strategis mempercepat transformasi digital di Kota Pariaman serta mendukung peningkatan kualitas layanan pemerintahan berbasis teknologi informasi. (rika)














