Alirman Sori Anggota DPD RI Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Padang

824

PadangTIME.com – Pelaksanaan Demokrasi pada 9 Desember kelihatannya akan diundur hal ini disebabkan karena situasi tidak memungkinkan karena bencana covid _ tidak memungkinkan karena kasus covid 19 jumlah korbannya semakin meningkat, hal ini dikatakan anggota DPD RI periode 2019_ 2024 DR.Aliman Sori,SH,M.HUM, MM pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RIpada. Rabu (23/9) di gedung LKSS Sumbar.
Aliman sori menjelaskan untuk Pilkada secara serentak pada 9 Desember mendatang tidak mungkin dilaksanakan karena kasus covid 19 pada saat ini yang mengalami positif semakin meningkat. Namun apabila diundur sampai kapan covid 19 ini akan berakhir belum diketahui.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilakukan secara serentak pada 9 Desember 2020, menuai pro dan kontra. Pasalnya, sebagian kalangan berpendapat agar pelaksanaan Pilkada ditunda mengingat masih adanya covid-19 dan sebagian lagi berpendapat agar tetap dilaksanakan. Melihat hal tersebut, anggota DPD RI, Alirman Sori, angkat bicara.

“Kalau ingin masyarakat kita aman, dalam kondisi pandemi saat sekarang ini, tidak ada salahnya ditunda dulu. Kalau pun ditunda, tidak akan kiamat republik ini. Bagi daerah yang akan berakhir masa jabatannya, kan ada PJ atau Plt,” katanya, saat sosialisasi empat pilar bersama keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, di gedung LKKS Sumbar, jalan Pramuka, Rabu (23/9).

Dikatakan  Aliman Sori , bila pelaksanaan Pilkada tetap dilaksanakan, maka akan berdampak buruk pada masyarakat. “Bila pilkada tetap dilaksanakan, maka harus menilai berbagai aspek, diantaranya aspek kemanusian dan ini perlu dikaji lebih mendalam,” imbuhnya.

Ia menegaskan, dalam menjalankan demokrasi tentunya harus dilihat nilai-nilai kemanfaatannya. “Sebagai warga negara kita harus bisa mempraktekkan pancasila, dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

Alirman Sori, yang merupakan dapil asal Sumbar meminta, pro dan kontar pelaksanaan pilkada janganlah menjadi ajang perpecah belahan. “Dalam kondisi bagaimanapun,saya berharap tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” pintanya.

Terkait dengan adanya pernyataan dari tokoh nasional yang mengatakan, masyarakat Sumbar kurang pancasialis, membuat anggota MPR/DPD RI dari dapil Sumbar, tersinggung. Ia menilai orang yang mengatakan hal tersebut, harus belajar banyak dengan membaca sejarah dan datang ke Sumbar.

“Sebelum Indonesia merdeka, tokoh-tokoh asal sumbar telah melaksanakan butir-butir pancasila. Bila ada yang mengatakan orang Minang, kurang pancasialis ini pernyataan yang salah, dan ini pernyataan yang keliru,” tegasnya. (tisna)

Balang

LEAVE A REPLY