Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Polda Sumbar memperkuat pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mencegah munculnya titik api serta menekan dampak kabut asap.
Kesepakatan tersebut muncul dalam pertemuan Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Jawari dan Wakapolda Brigjen Pol. Solihin di Padang, Selasa (20/10/2026).
Sebagai langkah konkret, UPTD Dinas Kehutanan Sumbar akan berkoordinasi dengan para Kapolres untuk memantau wilayah rawan kebakaran secara berkala. Pemerintah menargetkan pengawasan ini mampu mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
“Jadi, kami telah sepakat dengan Pak Kapolda dan Pak Wakapolda, untuk Sumbar kita tidak mentoleransi karhutla. Sumbar harus nol titik api,” tegas Vasko.
Selain itu, Pemprov Sumbar terus memantau kualitas udara bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah antisipasi apabila kondisi udara memburuk.
Dinas Kesehatan Sumbar juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan fasilitas kesehatan siap menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Jawari menyatakan akan menginstruksikan seluruh Kapolres agar aktif berkoordinasi dengan UPTD Kehutanan di wilayah masing-masing.
“Sumbar ini harus kita jaga betul. Pemprov dan Polda akan kita sinkronkan untuk memastikan upaya ini berjalan sesuai harapan. Selain itu, kita juga membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat,” ujarnya.
Melalui pengawasan terpadu tersebut, Pemprov dan Polda Sumbar berharap pencegahan karhutla berjalan lebih efektif. Karena itu, pemerintah juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan segera melaporkan indikasi kebakaran agar petugas dapat bertindak cepat. (adpsb/bud)
#viral #trending #fyp #sumbar #padang #padangtime

