Gubernur Sumbar : Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya Masyarakat

0
14

padangtime.com — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami harus menjadi budaya masyarakat. Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana tidak boleh berhenti sebagai program atau kegiatan seremonial.

Mahyeldi menyampaikan hal itu saat menghadiri Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami tingkat Provinsi Sumbar 2026 di Balai Naras, Kota Pariaman, Rabu (30/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menguji kesiapan melalui Tabletop Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX), dan Field Training Exercise (FTX). Ketiga tahapan itu menguji pemahaman skenario, sistem komando, komunikasi, koordinasi hingga penerapan rencana di lapangan.

“Keberhasilan gladi ini justru diukur dari berapa banyak pembelajaran yang dapat kita peroleh untuk memperkuat kesiapsiagaan kita di masa depan,” ujar Mahyeldi.

Karena itu, ia meminta pemerintah mendokumentasikan seluruh hasil evaluasi, termasuk kendala, keterlambatan, keterbatasan sumber daya dan ketidaksesuaian prosedur. Selanjutnya, setiap temuan harus ditindaklanjuti pemerintah kabupaten dan kota.

Selain itu, Mahyeldi mendorong penguatan komunikasi lintas instansi yang melibatkan BPBD, BMKG, Basarnas, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi kemanusiaan dan relawan.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian mengapresiasi pelaksanaan gladi sekaligus meminta pemerintah memperbarui dan menguji Rencana Kontinjensi secara berkala.

Wali Kota Pariaman Yota Balad juga mengajak masyarakat memahami jalur dan titik evakuasi dengan semangat “Siap untuk Selamat”.

(adpsb/rmz/bud)

#viral #trending #fyp #sumbar #padang #padangtime

* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini