Antisipasi Longsor Susulan, Wagub Sumbar Koordinasikan Perkembangan Cuaca Wilayah Solok dengan BMKG

0
16

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy langsung berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca di Kabupaten Solok melalui sambungan telepon seluler, Selasa dinihari (22/9/2026).

Koordinasi tersebut dilakukan menyusul terjadinya longsor di kawasan Aro Suka, Kabupaten Solok, yang berdampak pada sejumlah akses jalan, kantor instansi pemerintahan, dan permukiman warga. Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, mengingat hujan masih turun di sekitar lokasi kejadian.

“Pemantauan kondisi cuaca penting dilakukan agar tim yang melakukan penanganan di lapangan tidak berisiko, mengingat saat ini hujan masih turun di lokasi kejadian. Keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi perhatian utama,” ujar Vasko.

Kepada BMKG, Vasko meminta informasi mengenai prakiraan cuaca di Kabupaten Solok dan wilayah sekitarnya, khususnya potensi hujan dengan intensitas tinggi maupun angin kencang yang dapat memengaruhi proses penanganan di lapangan.

Kepala BMKG, Decky Irmawan menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca pada 22 September 2026, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan berpotensi mengalami hujan dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.

Menurut Decky, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor, terutama di wilayah dengan kondisi topografi dan tingkat kerentanan tertentu.

Ia menjelaskan, kejadian longsor yang terjadi di Kabupaten Solok diperkirakan berkaitan dengan akumulasi intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (21/9) siang hingga sore hari. Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah masih perlu ditingkatkan, terlebih kondisi di lokasi kejadian saat ini juga terkendala minimnya penerangan.

“Akumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi,” jelas Decky.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Apresiasi Kesiapan Mentawai Sambut Porprov XVI

Informasi prakiraan cuaca tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan di lokasi bencana. Wagub Vasko meminta seluruh unsur yang terlibat dalam proses penanganan memperhatikan perkembangan cuaca, terutama saat melakukan pencarian, evakuasi warga, maupun pembersihan material longsor.

“Informasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi kita untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tim harus tetap bergerak, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tidak boleh diabaikan,” tegas Vasko.

Pemprov Sumbar, lanjut Vasko, akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan Pemerintah Kabupaten Solok untuk memantau perkembangan cuaca serta memastikan setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas. (adpsb/bud)

* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini