padangtime.com – Kepolisian Daerah Sumatera Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar secara resmi merilis perkembangan terbaru hasil identifikasi korban bencana galodo dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Rilis tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr (A.P.), serta Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar AKBP dr. Faisal, bertempat di RS Bhayangkara Tk. III Padang. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Karumkit Polda Sumbar, keluarga korban, serta insan media.
Dalam keterangannya, Wakapolda Sumbar menjelaskan bahwa proses identifikasi korban dilakukan secara ilmiah dan forensik oleh Tim Dokkes Polri melalui berbagai metode, termasuk pemeriksaan DNA oleh Laboratorium DNA Pusdokkes Polri. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Tim DVI Polda Sumbar berhasil mengidentifikasi tiga korban tambahan.
Korban yang berhasil diidentifikasi antara lain Jaruni, perempuan berusia 68 tahun asal Lubuk Alung, dengan pembanding DNA Pian selaku anak kandung, yang saat ini jenazahnya berada di RS Bhayangkara Padang. Selanjutnya Dusra Maini, laki-laki usia 55 tahun asal Kabupaten Agam, dengan pembanding DNA Ihwanda Saputra, telah dimakamkan di TPU Agam.
Berdasarkan data hingga 20 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 254 orang, dengan 226 korban telah berhasil diidentifikasi. Sementara 28 korban masih belum teridentifikasi dan 81 korban dinyatakan belum ditemukan. Seluruh proses DVI berlangsung aman dan terkendali. (*)