padangtime.com – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengejutkan publik. Dari hasil operasi, KPK mengamankan 14 orang terkait dugaan pemerasan sejumlah perusahaan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Yang paling menyita perhatian, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer turut diamankan dalam operasi tersebut. Namun, KPK masih menutup identitas 13 orang lainnya karena pemeriksaan sedang berjalan.
“Pemeriksaan masih berjalan. Status hukum masing-masing akan ditentukan setelah penyidik selesai melakukan klarifikasi dan pendalaman,” jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Lebih dari itu, KPK juga mengamankan 22 kendaraan mewah yang diyakini terkait praktik korupsi ini. Rinciannya, 15 mobil dan 7 motor, mulai dari Hyundai Palisade, Toyota Hilux, BMW, hingga mobil sport Nissan GTR. Untuk roda dua, terdapat 5 motor Ducati dan 2 Vespa.
Deretan kendaraan mewah tersebut langsung jadi sorotan publik. Nilainya yang fantastis menimbulkan dugaan bahwa aliran dana dari praktik pemerasan sertifikasi K3 sudah berlangsung lama dan terorganisir.
Sertifikasi K3 sendiri merupakan dokumen vital bagi perusahaan untuk memenuhi regulasi standar keselamatan kerja. Dugaan sementara, oknum pejabat Kemnaker meminta imbalan kepada perusahaan yang sedang mengurus sertifikat tersebut.
Kasus ini pun diperkirakan akan menjadi skandal besar sepanjang tahun 2025. Publik menunggu sikap tegas KPK dalam mengungkap seluruh pihak yang terlibat, sekaligus memastikan adanya efek jera bagi para penyelenggara negara yang menyalahgunakan kewenangannya. (pt)