padangtime.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meminta Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) memperketat pengawasan keamanan pangan demi melindungi keselamatan anak-anak penerima manfaat.
Mahyeldi menyampaikan penegasan itu saat menghadiri Pertemuan Koordinasi Keamanan Pangan bersama Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Senin (12/10/2026).
“Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Kita tidak boleh berkompromi terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan anak-anak penerima manfaat program ini,” tegasnya.
Pengawasan Dapur Harus Diperketat
Menurut Mahyeldi, MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah. Namun, pemerintah harus memastikan makanan yang disajikan aman, berkualitas, dan memenuhi standar kesehatan.
Karena itu, ia meminta Satgas mengawasi seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan.
Selain itu, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menerapkan standar higiene dan sanitasi. Jika muncul kasus keracunan, pengelola harus menghentikan sementara operasional dapur untuk penanganan dan evaluasi sesuai ketentuan.
Dorong Ekonomi Masyarakat Lokal
Di sisi lain, Mahyeldi mendorong dapur MBG menggunakan bahan pangan dari petani dan pelaku usaha lokal. Langkah tersebut diharapkan memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemprov Sumbar juga mendorong sinergi melalui program Nagari Creatif Hub dan Klinik UMKM guna memperkuat kapasitas serta pemasaran produk lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadi Payana, menyebut pertemuan tersebut memperkuat koordinasi lintas sektor. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari Satgas MBG, 19 kabupaten/kota, koordinator SPPG, dan instansi terkait. (adpsb/rmz/bud)




