Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, menyoroti kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Menurutnya, kondisi tersebut mengancam kesehatan masyarakat sekaligus mengganggu aktivitas pendidikan anak-anak.
Shadiq menyampaikan perhatian itu saat menyerap aspirasi masyarakat selama masa reses. Ia menilai pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat koordinasi untuk menangani pencemaran udara, memantau kualitas udara, serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat.
Kabut asap mendorong sejumlah daerah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), termasuk Kota Padang, Payakumbuh, Kabupaten Agam, dan Kota Bukittinggi. Karena itu, Shadiq mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengalihkan kegiatan belajar ke rumah, tetapi juga memperhatikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga rentan.
“Pemerintah harus hadir, mengambil langkah cepat, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain persoalan kabut asap, Shadiq juga memperjuangkan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Saat ini, ia mengusulkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 292 siswa dari Kota Padang, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menghalangi anak-anak melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Ia menjelaskan, seluruh aspirasi masyarakat akan dipelajari dan diperjuangkan melalui mekanisme serta kewenangan yang berlaku. Dengan demikian, penanganan kabut asap dan dukungan pendidikan diharapkan berjalan beriringan.
Shadiq berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan dan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak. (tim media shadiq/pt)
#shadiqpasadigoe #dprri #sumbar #nasdem #

