PadangTIME.com– Publik dikejutkan dengan kemunculan peta terbaru dari letak benua Zealandia yang tenggelam 23 juta tahun lalu.
Zealandia ditemukan di barat daya Samudera Pasifik, tepatnya di sebelah timur Benua Australia, atau jauh di sebelah tenggara Indonesia.
dulunya daratan ini merupakan bagian dari dataran yang sama dengan Antartika dan Australia. Namun, Zealandia memisahkan diri dari superbenua kuno Gondwana sekitar 85 juta tahun lalu yang kemudian menghilang.
Zealandia adalah benua yang pernah dihuni oleh dinosaurus. GNS Science, sebuah lembaga penelitian Selandia Baru, telah menyusun peta tektonik dan batimetri dari benua kedelapan-setelah Asia, Eropa, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Oseania, dan Antartika- yang membentang sekitar 1.930.511 mil persegi.
“Kami telah membuat peta ini untuk memberikan gambaran geologi Selandia Baru dan Pasifik Barat Daya yang akurat, lengkap, dan terkini-lebih baik daripada yang kami miliki sebelumnya,” papar Nick Mortimer yang memimpin pembuatan peta Benua Zealandia.
Mortimer dan rekan-rekannya memetakan batimetri (bentuk dan kedalaman dasar lautan), serta profil tektonik di sekitar Zealandia. Berdasarkan peta itu terlihat bahwa Benua Zaelandia melintas di atas lempeng tektonik.
Peta yang dibuat GNS Science ini mengungkap informasi terbaru tentang bagaimana orang-orang Zealandia terbentuk sebelum tenggelam di bawah air pada jutaan tahun yang lalu.
Benua bawah laut ini memiliki luasan hampir 2 juta mil persegi atau sekitar 5 juta kilometer persegi, yakni kurang lebih sekitar setengah ukuran benua Australia.
Akan tetapi, hanya 6 persen dari benua tersebut yang berada di atas permukaan laut. Bagian tersebut menopang pulau-pulau utara dan selatan Selandia Baru, serta Pulau Kaledonia Baru. Sisanya, sebagian besar daratan benua ini di bawah air, yang membuat orang-orang Selandia Baru sulit untuk menelitinya.
Mortimer dan timnya mencoba memetakan kedua Zealandia dan dasar laut di sekitarnya untuk memberi pemahaman yang lebih mudah dari benua bawah laut ini. Kendati demikian, peta-peta ini telah menunjukkan bahwa Zealandia adalah benua yang sama seperti 7 benua lainnya.
Seorang ahli geofisika Bruce Luyendyk menciptakan istilah Zealandia pada tahun 1995. Seperti dilansir dari Business Insider, Luyendyk mengatakan ia tidak pernah bermaksud memberi istilah tersebut untuk menggambarkan benua baru ini.
Awalnya, nama itu merujuk pada Selandia Baru dan sekumpulan kerak bumi yang terendam yang mematahkan teori keberadaan superbenua kuno, Gondwana yang pernah ada sekitar 85 juta tahun lalu.
“Alasannya saya memberi istilah (Zealandia) itu adalah karena kenyamanan. Sebab, saya pikir itu potongan yang berbeda dengan Gondwana,” jelas Luyendyk.
Mortimer dan timnya mencoba memetakan kedua Zealandia dan dasar laut di sekitarnya untuk memberi pemahaman yang lebih mudah dari benua bawah laut ini. Meskipun begitu , peta-peta ini telah menunjukkan bahwa Zealandia adalah benua yang sama seperti 7 benua lainnya.
Seorang ahli geofisika Bruce Luyendyk menciptakan istilah Zealandia pada tahun 1995. Seperti dilansir dari Business Insider, Luyendyk mengatakan ia tidak pernah bermaksud memberi istilah tersebut untuk menggambarkan benua baru ini.
Awalnya, nama itu merujuk pada Selandia Baru dan sekumpulan kerak bumi yang terendam yang mematahkan teori keberadaan superbenua kuno, Gondwana yang pernah ada sekitar 85 juta tahun lalu.
“Alasannya saya memberi istilah (Zealandia) itu adalah karena kenyamanan. Sebab, saya pikir itu potongan yang berbeda dengan Gondwana,” jelas Luyendyk.
Dalam penelitian ini juga ditemukan 8.000 fosil di dalam inti sedimen. Hal ini memberi tim kesempatan untuk mempelajari ratusan spesies yang berbeda yang pernah hidup di Zealandia di masa lampau.
Dengan mengetahui berbagai spesies di masa lampau, tim ilmuwan bisa membuat prediksi tentang kondisi iklim saat itu. Berdasarkan sisa-sisa fosil yang telah ditemukan, diperkirakan hewan darat pernah berkeliaran di Zealandia. (PT)
Balang

LEAVE A REPLY