Yusuf Kalla Dianugerahkan Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang

1897

PadangTIME.com – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) dari Universitas Negeri Padang (UNP). Penganugerahan gelar doktor honoris causa itu langsung dihadiri Jusuf Kalla Kamis (5/12/2019) di Auditorium UNP.

Jusuf Kalla menerima gelar doktor kehormatan bidang penjanmin mutu pendidikan program studi Ilmu Pendidikan.Pengukuhan Penganugerahan Doktor Honoris Causa di Bidang Pendidikan dibuka langsung oleh Ketua Senat Universitas Negeri Padang (UNP) Mawardi Effendi. Rapat Senat Terbuka UNP tersebut dihadiri oleh seluruh dosen dan juga mahasiswa dengan mengenakan almamater kuning

UNP memberi penghargaan gelar akademis kehormatan kepada Jusuf Kalla karena dipandang sebagai tokoh penggagas, pejuang, dan pengawal mutu pendidikan di Indonesia.

Dalam orasi ilmiahnya, JK menekankan mutu pendidikan harus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Dia mengibaratkan standar mutu pendidikan dengan olahraga lompat tinggi.

“Peningkatan mutu pendidikan itu ibarat meletakkan galah lompat tinggi. Untuk meningkatkan prestasi ketinggian galahnya secara bertahap ditambah. Sebaliknya, kita agar semua murid dapat lulus atau melewati galah, maka ketinggian galahnya diturunkan jadi mudah agar semua lulus,” kata JK.

“Kita hanya bisa melompat di ketinggian 1,5 meter sementara negara lain sudah 2 meter,” sambung dia.

Menurut JK, mutu pendidikan berkaitan erat dengan kondisi ekonomi suatu negara. Alasannya, dengan pendidikanlah bisa terlahir inovasi-inovasi baru.

“Ekonomi kita tidak bisa tumbuh dengan baik dan maju. Untuk mencapai kemajuan ekonomi kita perlu meningkatkan Inovasi dan skill, untuk itu kita perlu menggunakan dan mengembangkan teknologi. Semua inovasi dan kemajuan itu hanya bisa dicapai dengan ilmu dan teknologi dan tidak ada ilmu dan teknologi tanpa pendidikan,” ucapnya.

“Pendidikan yang maju hanya bisa dijalankan di negara yang ekonominya baik dan tumbuh, kita tidak bisa berbicara banyak tentang kemajuan pendidikan jika tingkat ekonomi rendah atau tidak atau tidak bertumbuh dengan baik. Sebaliknya, ekonomi yang maju hanya dapat dicapai dengan sumber daya manusia dengan pendidikan yang baik bagi warganya,

Bagi JK, Doktor HC kali ini adalah gelar kehormatan  yang ke-13. Sebelumnya, JK sudah  menerima doktor kehormatan dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari  University of Malaya, Malaysia (2007), Soka University, Jepang (2007), dan Rajamangala University of Technology, Thailand pada 2017.

Pengusulan pemberian gelar sudah diajukan ke Dirjen Sumber Daya dan Iptek Dikti pada awal September 2019. Hasilnya, disetujui karena sudah memenuhi syarat.

Sejumlah mantan menteri di kabinet kerja ikut menyertai rombongan JK ke Padang. Diantara mereka adalah mantan mendikti riset M. Nasir, mantan menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan dan mantan menteri ESDM Sudirman Said. Mantan mendikbud di era Presiden BJ Habibie, Malik Fadjar, juga ikut serta. (tis)

Balang

LEAVE A REPLY