Walikota Pariaman Hadiri Musda ke-3 Majelis Ulama Indonesia Kota Pariaman

0
1192
PadangTIME – Walikota Pariaman, Genius Umar menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman yang digelar di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (6/10).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, dihadiri juga oleh Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Ketua MUI Kota Pariaman, Sofyan Jamal beserta pengurus dan Kemenag Kota Pariaman.
Walikota Pariaman, Genius Umar dalam sambutannya mengatakan, pemerintah harus seayun selangkah dengan MUI dalam membangun daerah, sesuai dengan visi Kota Pariaman yakni Pariaman sebagai Kota Wisata, Perdagangan, Jasa yang Religius dan Berbudaya.
Genius juga menyebutkan bahwa ulama merupakan tokoh atau orang yang mempunyai ilmu pengetahuan agama dengan baik. Ulama sebagai figur dan tauladan bagi orang-orang disekitarnya, dan secara umum ulama adalah tempat bertanya.
Alim ulama  berperan penting dalam memompa semangat kebersamaan masyarakat, untuk aktif membangun perekonomian masyarakat ditengah pandemi Covid-19.
“Saya selalu meminta masukan kepada ulama dan berdiskusi terutama dibidang pendidikan Islam. Kami ucapkan terima kasih atas arahan Ketua MUI Sumbar dan terkhusus kepada  Pengurus MUI Kota Pariaman yang selama ini berpartisipasi dalam membangun daerah ,” ujarnya.
“Semoga dengan diadakannya Musda hari ini akan melahirkan MUI Kota Pariaman yang kuat berlandaskan iman dan takwa ,” tukasnya.
Ketua MUI Sumbar, Gusrizal mengatakan, tugas ulama memanglah berat yakni membawa izzah atau kemuliaan dan keutamaan, bagaimana seorang ulama bisa menampakkan jati dirinya ditengah-tengah masyarakat sebagai orang yang membawa kemuliaan untuk ummat.
“Ulama itu melayani kebutuhan masyarakat dari segi moralitas dan nilai-nilai rohaniah. Ulama adalah pewaris para nabi, mewariskan ilmu dan kepribadian Rasulullah. Warisan yang tidak ternilai ini mesti dijaga, dipelihara, disebarkan, diajarkan, diamalkan dan dikembangkan untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia ,” kata dia.
Dengan demikian, lanjut Buya Gusrizal, tugas pokok ulama adalah berdakwah, mendidik dan membangun budaya akhlakul karimah akhlak yang baik dan terpuji ditengah masyarakat.
“Ulama adalah sebagai penyejuk, sebab kata-kata yang keluar dari mulut ulama itu adalah kata-kata yang penuh hikmah dan penenang dihati masyarakat ,” pungkasnya mengakhiri. (pt)
bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini