ad
PadangTIMEĀ  – Wali Kota Padang Hendri Septa terus mengupayakan kemajuan sektor perdagangan di kota yang ia pimpin. Tak hanya melakukan penataan dan pembangunan bagi Pasar Raya Padang, namun juga bagi pasar-pasar-pasar satelit yang ada di kota Bingkuang.
Seperti halnya bagi Pasar Lubuk Buaya. Hal itu terungkap saat Wali Kota Padang tersebut meninjau progres pengerjaan lanjutan pembangunan pertokoan Pasar Lubuk Buaya Bagian Selatan, Kamis (5/8/2021) pagi.
Peninjauan itu juga diikuti Kajari Padang Ranu Subroto. Sementara kepala OPD yang mendampingi wali kota diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Endrizal, Kadis Perdagangan Andree Algamar, Kepala DPRKP Tri Hadyanto, Kabag Administrasi Pembangunan dan Perencanaan Yuska Libra Fortunan serta Kabag Prokopim Amrizal Rengganis, Camat Koto Tangah Junie Nursyamza dan elemen terkait lainnya.
“Alhamdulillah ya saat ini pengerjaan pembangunan pertokoan tersebut sudah berjalan sekitar 15 persen, dan diperkirakan bisa selesai akhir tahun ini dengan memakan anggaran Rp9,1 miliar bersumber dari APBD Kota Padang” ungkap wako di sela peninjauan.
“Jadi akan ada beberapa kios bertingkat yang dibangun nantinya disertai tempat parkir. Insya Allah, dengan upaya ini Pasar Lubuk Buaya menjadi lebih kondusif lagi dan diharapkan mampu mengangkat roda perekonomian warga. Mudah-mudahan pasar satelit lainnya juga dapat melakukan hal serupa,” sambungnya bersemangat.
Di sisi lain Wako Hendri Septa juga memikirkan pengaturan bagi para pedagang Pasar Lubuk Buaya. Dalam hal ini bagi pedagang yang berjualan baik di lantai bawah dan lantai atas (dalam gedung). Hal ini ia tuturkan setelah menerima aspirasi pedagang yang berjualan di lantai atas.
“Kondisi ini memberikan polemik sejauh ini dan akan segera kita perbaiki. Ini dikarenakan pedagang sering mengeluh karena pengunjung cenderung membeli kebutuhannya di lantai bawah saja, sementara yang di lantai atas jarang yang mengunjungi,” cetus dia.
“Untuk hal tersebut saya sudah meminta Dinas Perdagangan melakukan pengaturan kembali sebaik mungkin. Mungkin pedagang yang berjualan di lantai atas itu disamakan apa yang dijualnya. Sementara yang berjualan di lantai bawah dagangannya pun harus berbeda dari dagangan pedagang yang berjualan di lantai atas,” tambah wali kota yang disambut antusias oleh para pedagang itu.
Jadi ini keinginan kita selaku Pemerintah Kota Padang,” pungkas wali kota muda dan energik itu mengakhiri. (PT)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here