HUT Kota Padang 351 Wako dan Wawako Padang Wajib Menjaga dan Membangun Kota Padang 

1304
PadangTIME.com  – Padang adalah etalasenya Sumatera Barat atau Ranah Minang. Sebagai gerbang masuk melalui udara dan laut, para pendatang akan melihat terlebih dulu wajah ibukota provinsi ini.
“Membangun dan merawat kejayaan Kota Padang adalah bagian dari upaya kita mencerminkan kebaikan Sumatera Barat. Bagaimanapun juga sebagai sebuah ibu kota provinsi, tentu Padang memerlukan penanganan yang spesifik, antara menata kemajuan infrastruktur dengan tetap menjaga nilai-nilai keminangkabauan,” kata Mahyeldi Ansharullah Datuk Marajo, yang sudah terlibat membangun kota ini sejak menjadi Wakil Walikota bersam Fauzi Bahar, dan kini ia menjadi pemimpin di kota yang sudah berusia 351 tahun ini.
Sebagai sebuah kawasan tempat bermukim penduduk yang multietnis ini, usia Padang yang 3,5 abad itu tentu tak bisa dibilang sebagai sebuah kota yang baru saja tumbuh.
Padang, sudah tumbuh sebagai sebuah bandar penting di pesisir barat Sumatera sejak berabad-abad lalu. Teluk Bayur sebagai pelabuhan alam merupakan pelabuhan yang permai dan menjadi pelabuhan dagang yang penting sejak lama di pantau Barat Sumatera.
Menurut Wali tkota Mahyeldi, sepanjang 10 tahun ini Pemerintah Kota Padang memang lebih berkonsentrasi terhadap recovery-reconstruction (RR) setelah kota ini luluh lantak diguncang gemp[a dahsyat pada 2009. Tak sedikit infrastruktur kota yang binasa yang mesti secara bertahap diperbaiki kembali disamping memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakatnya.
“Alhamdulillah, kerja sepuluh tahun ini sudah menampakkah hasil dan benar-benar bisa mengubah Padang dari sebuah kota yang ‘nyaris mati’ akibat bencana, menjadi kota yang diserbu para investor untuk memulai usahanya di Padang. Lihat saja, sejak gempa 2009, terjadi lonjakan pertumbuhan jumlah kamar hotel dengan dibangunnya hotel-hotel berbintang oleh para investor di kota ini,” ujar Mahyeldi didampingi Wakil Walikota, Hendri Septa.
Mahyeldi dan Hendri memang tak menjual kecap, simaklah angka-angka peningkatan ekonomi di Padang. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) 2019 Kota Padang berhasil mengontribusi sebesar 25 persen terhadap PDRB Sumatera Barat. Itu artinya, pertumbuhannya ekonominya juga meningkat.
Tak hanya sisi fisik saja, membangun manusia berkualitas juga menjadi salah satu concern dari pasangan Mahyeldi Ansharullah dan Hendri Septa. Ini dapat dilihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Padang pada tahun 2019 merupakan IPM yang tertinggi di Sumatera Barat yakni mencapai angka 82,68. (NZ)
Balang

LEAVE A REPLY