Wakil Bupati Mentawai: Pelayanan Kesehatan Di Mentawai Harus Ditingkatkan

673

PadangTIME.com – Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake mengatakan,  di kecamatan banyak masalah, maka nanti akan menghadapi masalah manajemen staf, oleh karena itu jangan lama di pendam masalah harus secepatnya di selesaikan.

Pengangkatan ASN di Mentawai Karena Masyarakat Butuh Pelayanan Kesehatan
la Puskesmas yang berada di setiap kecamatan termasuk petugas pelayan kesehatan, jangan terlalu lama mengulur waktu untuk melakukan evaluasi dan koordinasi, baik secara global maupun secara person antar pimpinan, agar tidak terjadi keruetan menangani masalah.

Dikatakan Kortanius pimpinan puskesmas adalah pengambil keputusan dalam masalah yang terjadi di lingkungan kerjanya, maka ketika ada persoalan segera di selesaikan secara internal.

Dijelaskan, baru-baru ini ada pengawai kesehatan terima SK sebanyak 67 orang rata-rata pertama kali kementawai, tentu punya masalah sendiri terkait dengan aturan yang sudah di tentukan, minta pindah atau tidak melaksanakan tugas maka di pertegas, ucapnya.

Saat ini kami sedang memproses pemberhentian tujuh pegawai yang tidak masuk kerja selama satu tahun lebih rata-rata 60 hari, maka setiap pimpinan puskesmas harus memberikan laporan dengan benar tanpa rekayasa, kalau ada pegawainya tidak masuk kerja sampai tahunan tidak masuk kerja tidak ada surat teguran maka kapus akan di beri surat teguran, tegasnya.

Perlu di ingat “anda di angkat menjadi pegawai negeri bukan karena banyaknya penganggur, tapi masyarakat butuh pelayanan kesehatan” kata Kortanius pada kegiatan rapat koordinasi pelayanan kesehatan masyarakat di Aula Kantor Bupati, Rabu (13/3).

Lebih lanjut, Kortanius mengatakan, pengusulan penerimaan pegawai kesehatan dipemkab mentawai karena masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, apabila anda tidak melakukan tugas pelayanan kepada masyarakat berarti tidak mau bekerja silahkan berhenti, bahkan buat surat pengunduran diri dari sekarang.

Sebagai pimpinan puskesmas, lanjut Kortanius ada dua hal yang akan di hadapi yaitu menghadapi persoalan bersama staf serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan, maka dari itu manajemen di dalam harus kompak satu presepsi, ujarnya.

Bekerja harus siap berkompetisi dan punya target kinerja termasuk kepala dinas, kalau tidak punya target kerja, maka konsekwensinya di ganti sementara kami selaku pimpinan memiliki target untuk mencapai tingkat kesehatan masyarakat, menurutnya kebijakan kami sudah sangat terpenuih, tukasnya

“Kalau kualitas pelayanan tidak bagus, konsekwensinya anda tidak mampu, maka akan menyusul eselon-eslon lainnya untuk menggantikan posisi sebagai kapus” ucap Kortanius.(01)

 

Balang

LEAVE A REPLY