Wagub Sumbar : Abai dan Suri Raihlah Keluarga Samawa Dengan Saling Menyayangi

901
PadangTIME.com – Agam, Setiap keluarga beru selalu disampaikan Sakinah Mawaddah Warahmah (Samawa), keluarga yang damai, penuh kasih sayang dan bahagia sampai akhir hayat. Untuk ungkapan Samawa perlu kita uji dan evaluasi sejauh arti makna Samawa dalam hakekat keluarga yang sedang kita jalani. Jika ada kekurangan mari kita memperbaharuan untuk menjadi keluarga melahirkan hakekat bahagia dalam ketaqwaan.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Datuak Malintang Panai menjadi saksi nikah, sekaligus memberikan nasehat perkawinan Basri Khairunnas dengan Suri Septyani di Masjid Al-Mukminun, Jorong Biaro Kenagarian Biaro Gadang, Kec. Ampek Angkek, Kab. Agam, Jumat (22/1/2021).
Basri Khairunnas merupakan pegawai kantor gubernur di Biro Humas Setda Provinsi Sumatera Barat putra dari pasangan Ridwan Baharuddin dan Rosmina mempersunting Suri Septyani putri dari pasangan Sutarman dan Ira Zamri.
Wagub Nasrul Abit lebih lanjut katakan, kita senang Basri Khairunnas yang akrab dipanggil (Abay) dapat melakukan Ijab dan Kabul dengan satu kali ucap, Alhamdulillah, semoga membawa kebaikan.
“Kita semua tahu sering sampaikan doa kepada setiap kedua mempelai ucapan Sakinah Mawaddah Warahmah, mungkin perlu juga diuji apakah sudah sakinah? Apakah sudah mawaddah dan apakah warahmah ?. Jika semua masih belum mesti introspeksi lakukan perobahan oleh masing-masing diri dari pasangan karena kebahagian itu tergantung kondisi pasangan suami dan istri. Ataukah masih ada perbedaan pandangan yang semestinya tidak perlu terjadi,” ungkap Nasrul Abit.
Ia juga katakan keluarga sakinah itu terlihat bagaimana mampu menciptakan rasa damai, aman dan tentram dalam keluarga baik dengan orang tua maupun dengan mertua dan tetangga tempat tinggal.
“Sebuah keluarga mesti merancang rencana dan memperjuangkan sesuatu baik dalam membangun nilai-nilai kebaikan. Setelah mampu sakinah mewujudkan rasa mawaddah, rasa cinta dan rasa sayang dipupuk terus menerus tidak berubah walaupun terjadi perubahab fisik nanti namun cinta tidak berobah cinta tetap jadi satu tidak terpisahkan, hingga akhir hayat,” katanya.
Nasrul Abit juga mengatakan tumbuhnya nilai-nilai warahmah saling memahami, saling menghormati, keberadaan keluarga menjadi hargadiri dan kebanggaan menjalani hidup.
“Untuk kepada Besri dan Suri diharapkan jangan tinggal sholat, kebahagiaan itu diminta kepada Allah dalam amalan. Kepada orang tua, ninik mamak dan mertua masing-masing, mari kita berikan mereka menjalani kehidupan membawa biduak sendiri,” harapnya.
Nasrul Abit dalam mewujudkan semua itu yang terpenting menjaga cara berkomunikasi. Jangan terjadi sindia menyidia yang membawa kepada ketidak percayaan.
“Jangan ada penyesalkan dan pentengakaran jika ada kelemahan dan kepribadian. Jika ada pertengkaran jangan sampai ada yang keluar simpan sebagai harga diri keluarga. Kemudian sesuai pendapat jangan sampai gadang pasak dari pado tiang,” pesannya.
Nasrul Abit juga sampaikan, laki-laki menjadi pemimpinan dalam keluarga Jaga hati dan pikiran masing- masing, jangan ada berbantah bantahan. Tumbuhkan saling memahami dan mengasihi.
“Kesejahteran dalam keluarga itu mesti ananda raih dengan usaha dan kerja keras tanpa melupakan ibadah sejatinya. Kegigihan, ketekunan dan ketulusan dalam bekerja menjalani kehidupan akan membukakan jalan kebaikan,” doa Nasrul Abit.
Prosesi Akad nikah sakral ini berlangsung khidmat dan lancar. Basri Khairunnas dengan mantap mengucapkan janji sucinya di depan penghulu. Nasrul Abit sebagai saksi pihak laki-laki langsung mengesahkan. Maka keduanya resmi menjadi pasangan suami istri. (PT/hms sumbar)
Balang

LEAVE A REPLY