Wabub Pasaman : Bukan Pertanian Saja, Pariwisata Bisa Meningkatkan Ekonomi Baru di Pasaman

0
1150
Padang TIME  | Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)  untuk mengembangkan sektor pariwisata bukankah tanpa sebab.
“Pariwisata itu akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Pasaman,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Pasaman Sabar AS di Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Selasa (4/7/2023).
Dijelaskan Wabup Sabar, Pasaman merupakan daerah agraris, yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan sumber ekonominya dari sektor pertanian dengan sejumlah sub-sektornya, terutama tanaman pangan dan perikanan.
“Kenapa pembangunan dan pengembangan pariwisata perlu, khususnya di Pasaman, tidak terlepas dari upaya untuk lebih mengembangkan sektor pertanian dimaksud,” terang Wabup. “Keduanya memiliki hubungan yang saling terkait.”
Dikatakan, sektor pariwisata yang tumbuh dan berkembang akan menjadi penghela bagi tumbuh dan berkembangnya sektor pertanian dengan sejumlah sub-sektornya. “Karena sebagian pariwisata yang dikelola berbasis pertanian,” tambah Wabup Sabar.
Kegiatan menanam dan menyabit padi di sawah, kegiatan memancing ikan di kolam pemancingan dan aneka kegiatan serupa lainnya, menurut Wabup Sabar, merupakan rangkaian kegiatan yang punya daya tarik yang tinggi bagi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.
Sejalan dengan itu, tambah Wabup Sabar, juga memberi peluang bagi tumbuh dan berkembangnya usaha kecil, menengah dan mikro (UMKM) dan ekonomi kreatif. “Seperti adagium, yang menyebutkan bahwa di mana gula di sana dipastikan ada semut,” terang Sabar.
Tidak cuma sampai di sana, menurut Sabar, pariwisata yang tumbuh dan berkembang akan melibatkan banyak kegiatan usaha lainnya seperti hotel dan penginapan, jasa transportasi, kuliner dan lainnya.
Dengan kata lain, jelas Wakil Bupati Sabar, sektor pariwisata yang tumbuh dan berkembang akan membuka lapangan kerja baru dan peluang usaha yang luas di masyarakat.

“Intinya, jika ingin perekonomian Pasaman bergerak dinamis, kunci utamanya adalah menggerakkan sektor pariwisata secara optimal.” Dalam konteks Pasaman, menurut Sabar, pengembangan pariwisata merupakan sebuah keniscayaan.

“Jika pariwisata tumbuh dan berkembang tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. “Jika kesejahteraan masyarakat membaik maka dampaknya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” tutupnya. (pt)
bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini